cara pelaporan tulisan ilmiah

berikut adalah guideliness penulisan laporan ilmiah.

Reporting Guidelines

The guidelines listed below should be followed where appropriate. Please use these guidelines to structure your article. Structured abstracts and flow diagrams should be uploaded with your submission; these will be published alongside the final version of your paper.

CONSORT Statement (for reporting of randomized controlled trials: please use the appropriate extension to the CONSORT statement, including the extension for writing abstracts)
TREND (for transparent reporting of evaluations with non-randomized designs)
STROBE (for reporting of observational cohort, case-control, and cross-sectional studies)
PRISMA (for reporting of systematic reviews)
MOOSE (for reporting of meta-analyses of observational studies)
COREQ (for reporting of qualitative studies)
CHEERS (for reporting of health economic evaluations)

SQUIRE( for reporting of Quality improvement studies)

AGREE( for reporting of Clinical practice guidelines)

Tampilan Interior Sempati Star bus Aceh

Akhirnya, setelah lama ngidam untuk naik bus double decker simpati star, semalam kesampaian juga. Meski mahar yang lumayan mahal, yaitu sebesar 250 ribu untuk sekali jalan Banda Aceh – Medan, padahal bus lain hanya sekitar 180 ribu, namun harga yang dibayarkan sesuai dengan kwalitas yang ada. Penasaran gimana tampilan didalamnya? Silakan tengok gambar2 berikut:

Ngeblog pakai hape Asus Zenfone 3

Lama sekali sudah tidak nge post disini. Padahal ini adalah blog resmi saya, sstelah multiplay dan friendster tentunya.

Well, gak banyak yang bisa aaya cerita untuk sekarang ini, kerana memang sedang sibuk ngejar tulisan lain yg lebih penting.

Oh iya, jni ngepost nya pake hape asus zenfone 3, yang merupakan hadiah dari istri yang ulang tahun :), hebat kan? Dia yg ultah, dia yg ngasi hadiah 🙂

ini coba masuin foto yg diambil pakai hape asus zenfone 3 ini ya

Itu pemandangan di tanah sawah yang mau dibangun rumah insya Allah.

Kalau ini pemandangan sore2 di Ulee lheu

Indah bukan? Itu aja dulu 🙂

Beda Islam dengan Arab

☘☘☘🕷🕷🕷☘☘☘🕷🕷🕷
*BILA INGIN MEMAHAMI ISLAM, BACALAH TULISAN DI BAWAH INI DENGAN FOKUS DAN SABAR*
*Islam atau Arab*
Tulisan ini untuk mengajak umat muslim Indonesia lebih kritis dalam memahami tentang “ISLAM dan ARAB’ dengan kebudayaannya, sehingga kita tidak terperangkap dalam kesesatan pemikiran yang sempit tentang
                   *I S L A M*
1. Menjadi Muslim berbeda dengan menjadi orang Arab, maka “ISLAMISASI” jelas-jelas berbeda dengan “ARABISASI”.
2. Islam itu bukan ajaran Arab, walaupun :

» Al-Qur’an berbahasa Arab, 

» dan Nabi Muhammad dari kaum Arab. 

Islam itu ‘Jalan Hidup’, ‘Prinsip Hidup’ bukan keyakinan orang Arab.
3. Faktanya …

» Turunnya ajaran Islam justru ‘ditentang’ oleh kaum Arab di masa itu karena Islam datang mengubah 

» Tradisi, 

» Keyakinan, 

» Kebiasaan jahiliyah orang-orang Arab.
4. Islam datang kepada kaum Arab membawa ‘Tatanan yang Baru’ sama sekali, baik dalam hal 

» Tradisi, 

» Kebiasaan, 

» Akhlak, 

» Hukum, 

» dan juga Cara Hidup.
5. Perlu dicatat … !!!

Karena Al-Qur’an dan Nabi Muhammad berbahasa Arab, maka ‘Bahasa Arab’ juga tidak bisa dipisahkan dari ‘Agama Islam’ karena Kitab Sucinya adalah berbahasa Arab.
6. Juga sebuah kewajaran bahwa Agama Islam awalnya disebarkan oleh orang Arab karena memang agama Allah yang pamungkas ini berasal dari sana.
7. Mengenai tokoh-tokoh besar Agama Islam ini adalah orang Arab itu pun wajar saja, karena merekalah kaum awal yang beragama Islam.
8. Jadi bisa dikatakan :

» Arab belum tentu Islam, 

» dan Islam tidak harus Arab, 

» yang jelas Islam itu pasti berdasarkan 
                 “Al-Qur’an 

                       dan 

                As-Sunnah”
9. Juga salah besar, bila dikatakan bahwa “Islamisasi sama dengan Arabisasi”, lantas menolak Islamisasi dengan dalih, 
“Ini Indonesia, bukan Arab” 
10. Apa bedanya ?

Jelas beda sekali, menjadi Arab atau bukan Arab itu adalah ‘TAKDIR’, sedangkan mengambil Islam atau mengabaikannya, itu adalah ‘PILIHAN’
11. Islam itu ya Islam !!!

Tidak perlu ada pandangan : 
   “Disana Islam Arab, 

disini Islam Nusantara”, 
ini pandangan yang mungkin niatnya baik tetapi justru berpotensi

“MEMECAH BELAH ISLAM”. Sebaiknya dihindari.
12. Islam itu ya Islam !!!

Panduannya Kitabullah dan Sunnah, Khulafaur Rasyidin dan juga Tabiin, Tabiut Tabiin, Ulama Salaf, apapun Madzhabnya.
13. Adapun menjadi Muslim, tidak berarti meninggalkan budaya lokal. 

» Bila bertentang dengan Islam tinggalkan saja …

» dan bila tidak silahkan dilanjutkan.
14. Apa standar meninggalkan dan melanjutkan budaya setelah jadi Muslim ?

Ya AQIDAH, bila bertentangan dengan Aqidah, ya mutlak harus ditinggalkan.
15. Misalnya seperti budaya 

» Membuka Aurat, 

» Menyembah pohon, 

ya harus tinggalkan. 

Beda dengan 

» Arsitektur, 

» Aneka Makanan (halal), 

ya boleh dilanjutkan.
16. Islam masuk ke Cina, arsitektur masjid mirip pagoda, boleh saja tetapi sembahyang leluhur dengan hio, ya ditinggalkan, itu contohnya.
17. Islam masuk ke Indonesia, maka batik tetap lestari, bahkan menyerap nilai Islam, boleh saja tetapi menyembah batu dan patung harus dihapuskan.
18. Dalam Islam mudah saja, selama tidak dilarang syariat, amalkan saja. Namun bila sudah ada larangan syariat, maka : 
        *Islam yang harus*

            *diutamakan*
19. Maka di dalam Islam, semua produk (fisik atau non-fisik) selain Aqidah, boleh saja diadopsi termasuk teknologi juga karena termasuk “produk non-aqidah”.
20. Kita mencukupkan diri pada Kitabullah dan Sunnah, itu yang terbaik.
21. Kesimpulannya …

» Belajarlah Islam, 

» Kaji terus Islam, jangan berhenti, 

» Taati Allah dan Rasulullah semata, 

» karena kita akan kembali kepada-Nya.
22. Kesimpulan lain, jadi Muslim kamu 

» gak harus pakai sorban, 

» gak harus berjubah, 

» yang jelas Pikiranmu, Lisanmu, Amalanmu, 
   Harus ber-Azas Islam. 
23. Jangan sampai terbalik, 

» kamu pakai sorban, 

» pakai sarung, 

» mengenakan peci, jubah, 

tetapi pola pikirmu dan referensimu liberal, jauh dari Kitabullah dan Sunnah Rasulullah.
24. Lebih bagus kamu memakai 

» Batik, 

» Kemeja, 

» Kaos, 

» Celana, 

lalu setiap kamu mikir, lisan, amal, semua berdalil : 
                “Kitabullah 

                         dan 

                    Sunnah”. 
25. Lebih bagus lagi, kamu memakai peci, memakai sarung, mengenakan sorban, berjubah dan semua pikiran, lisan, amalmu, azasnya Kitabullah dan Sunnah, itu.
Jadi di dalam Agama Islam
*Aqidah dan Akhlak-lah* yang harus diutamakan … bukan simbol.

Tempat Wisata di Sekitaran Banda Aceh

Ini cuma share gambar saja, mengenai tempat-tempat wisata disekitaran Banda Aceh dan Aceh Besar. Kita mulai dengan ulee lheu ya. Yang mau nyeberang ke sabang pasti tau daerah ini. Nah, dekat pelabuhan ada view yang menarik intik dikunjungi. Saya gak tau namanya, tapi pastinya tempatnya menarik 🙂


Selanjutnya adalah pantai lampuuk yang fenomenal itu. Dekat pantai ini ada mesjid lampuuk, yang jadi saksi bisu tsunami 2004 silam


Selanjutnya adalah taman sari. Kalau sore2 enak ni bawa keluarga kemari.


Cukup saja sekian dulu