GIB Challenge: 30 Hal Tentang Saya!

30 hal tentang saya

Kebetulan diluar sedang hujan dan tidak punya agenda kemana-mana, saya juga ikutan challenge yang di kasi sama gammin GIB pak hijrah. Berikut 30 hal tentang saya.

  1. Lahir di sebuah desa di seulimeum, dulu desa itu tidak punya peta dan sekarang juga tidak ada di google map.
  2. Meski saya lahir di seulimeum, saya ini belasteran, belasteran montasik dan peukan bada.
  3. Waktu lahir di tolong bidan, jadi sudah jauh lebih maju dibandingkan istri saya yang lahir ditolong dukun beranak.
  4. Waktu SD pernah lari dari rumah, tinggal di rumah nenek yang jaraknya hanya beberapa meter. Alasan larinya hanya karena tidak dikasi mandi di sungai sama ayah, kalau sama nenek kan bisa dirayu. meski lari dari rumah, semua kebutuhan, makan, baju tetap ambil dari rumah, tidur aja di rumah nenek.
  5. Mobil pertama saya adalah hasil rakitan sendiri saat kelas 3 SD, mobil peuleupeuk meuria.
  6. Sudah berusaha buat layang layang sendiri sejak kelas 1 SD, tapi baru kelas 4 berhasil atau mau naik, itupun geulayang sipat blang karena sayapnya lembek sebelah.
  7. Ketapel pertama saya buatan seorang pemuda kampung, abang itu ceritanya suka sama kakak sepupu saya, jadi saya manfaatkan untuk suruh ini itu.
  8. Waktu SD, Kalau pulang ke kampung Ayah di montasik, saya sering diketawain oleh saudara-saudara disana karena cara bicara kami yang kasar, tidak mirip aceh rayeuk tapi lebih mirip orang pidie, sebaliknya kalau ada sepupu saya yang ke seulimeum, giliran saya yang ketawain mereka.
  9. Dari kecil saya suka buat eksperimen medis, khususnya dalam hal membedah Hirudo medicinalis. Lintah yang kami tangkap di sawah kami jemur dibawah terik matahari, atau kami campur dalam tinta polpen yang kami ambil di SMP, atau kami racuni itu lintah dengan air tembakau nenek. Sekarang saya geli kalau lihat lintah.
  10. Waktu SD paling suka ikut orang tua kalau ke Banda Aceh, tujuannya hanya 2, lihat kapai meuret dan makan cindoi, yang lain saya tak butuh.
  11. Suka naik bus sejak kecil sampai sekarang. bus favorit saya adalah robur Ijo line Banda Aceh  – Darussalam, sayang bus ini sudah tamat riwayatnya.
  12. Waktu SD selalu masuk rangking 10 besar, murid sekelasnya hanya 10 🙂
  13. Diantara 10 kawan sekelas waktu SD, saya yang paling terakhir nikah, yang lain semua sudah punya anak, yang paling cepat nikah si H, waktu kelas 2 SMP dilamar suaminya dan putus sekolah, sekarang anaknya juga sudah SMP.
  14. Waktu SD suka cabut sekolah, khususnya waktu guru kelas tidak masuk. Kalau cabut sekolah bianya kami ke sungai yang letaknya tepat dibelakang sekolah, disungai kami meu inshok sampai puas, nangkap udang dan udangnya di bakar serta di makan sama-sama.
  15. Kalau lagi nangkap udang sama kawan-kawan, saya kebagian jatah sebagai tukang kumpul di pantai dan siapin api, karena keahlian tangkap udang pakai tangan saya kalah jauh dari kawan-kawan lain.
  16. Waktu SD paling suka mancing ikan, bakat memancing saya turun dari almarhum paman yang selalu juara pancing di kampung. ikan yang sering kami pancing dulu adalah ikan mujahir, umpannya pakai cacing, setelah ikannya saya bawa pulang ke rumah, ikannnya tidak pernah saya makan, bukan merasa kasihan, tapi saat itu saya memang tidak suka makan ikan.
  17. waktu TK, saya tidak punya kawan, karena tidak bisa bahasa Indonesia, TK nya di pasar seulimum dan muridnya umumnya anak polisi yang ngomong hanya bahasa indones.
  18. SD saya di kampung dan semua kawan ngomong bahasa Aceh. bapak dan ibu guru juga menjelaskan dalam bahasa Aceh, jadi tak masalah buat saya.
  19. Di kampung saya di panggil mursalin, nama asli tidak ada yang kenal selain kawan sekelas, bahkan orang tua saya kadang lupa dengan nama asli saya.
  20. Waktu mau ke sekolah tingkat atas, saya masuk sebuah sekolah kejuran di Banda Aceh, dari kelas 1 hingga kelas 2 saya di cap sombong karena jarang bicara, tapi jujurnya saya tidak lancar bahasa indonesia. Kelas 3 saya sudah berani bicara, tapi meudok acehnya masih terpelihara, hingga sekarang.
  21. Waktu sekolah, pingin segera kuliah karena tidak pakai pakai baju seragam, waktu kuliah pingin segera kerja karena tidak banyak tugas atau masuk masuk lab, waktu kerja pingin kembali sekolah SMA karena cemburu liat anak muda main pacar-pacaran.
  22. Pernah ke paris dan ke menara eifel, tapi tak pernah naik ke atas, cuma foto dari bawah, bukan tidak punya uang, tapi saya acrophobia.
  23. Waktu SD cita-cita saya cuma pingin jadi sopir labi-labi, seperti profesi kebanyakan pemuda kampung saat itu. uangnya banyak. sekarang yang kerja di labi labi bisa dihitung jari.
  24. Pernah punya cita-cita jadi pilot, tapi tidak tahu kalau mau jadi pilot itu sekolahnya dimana, akhirnya saya jadi pilot kelapa saja.
  25. Pernah punya cita-cita jadi pak ustaz, cita cita ini saya pendam sampai sekarang dan tak pernah saya ungkapkan ke orang lain.
  26. Pernah kecewa dengan rambut sendiri yang terlalu lurus, dan pingin punya rambut kribo kayak ahmad albar atau sabirin lamno, alasannya karena sering lihat poster ahmad albar di kamar abang sepupu.
  27. Dulu saya pernah alergi dengan ikan tongkol, kalau makan tongkol langsung lutut saya gatal dan bernanah, sekarang tongkol ikan favorit saya, apalagi kalau ditumis.
  28. Paling suka dengan sayur kangkoeng, dari kecil sering kali metik kangkung yang tumbuh liar di pinggir sungai di kampung.
  29. Pernah coba pelihara burung (beurijuk), tapi burungnya duluan inna lillah dimakan kucing peliharaan adik saya.
  30. Hal yang paling membanggakan adalah saat lulus di IAIN ar-raniry karena nama saya masuk koran. Waktu lulus unsyiah hanya ada nomor ujian saja, jadi orang kampung tidak ada yang tahu.

sekian saja dulu, semoga berkenan.

Advertisements

Telpon koin

image

Ingat tidak kapan terakhir kali menggunakan telpon umum dengan koin atau kartu? Saya sendiri terakhir kali pakai telpon umum tahun 90-an. Saat itu telpon ini jadi andalah ketika mau menelpon stasium radio untuk rekues lagu. Sedangkan kawan yang sudah punya pacar dan pacarnya punya telpon di rumah, telpon ini juga jadi andalah, selain berkirim surat tentunya.

Hmmm. Kalau di ingat ingat, masa lalu itu indahnya justru saat sedang harus berjuang untuk sesuatu yang gak penting penting kali ya? Kayak telpon ke radio tadi 🙂

#TVoneMemangBeda jadi worldwide Trends, selamat buat Belanda

Barusan buka twitter dan kaget ketika lihat hastag #TVoneMemangBeda jadi TT dunia. Tidak tanggung-tanggung, hastag #TVoneMemangBeda yang pasti berasal dari Indonesia menduduki peringkat kedua setelah gracias mascherano, bucapan selamat kepada back argentina setelah timnya lolos ke final. Anehnya lagi, banyak yang berkicau menyarankan orang untuk menonton TV One, karena hasilnya bisa saja berbeda dengan tayangan live yang baru saja selesai. “coba saja buka TV One, yang lolos Belanda, bukan Argentina, sebut sebuat tweet disertai dengan hastag TVoneMemangBeda.

Kalau dilihat lihat, hasil quick count pemilihan presiden kali ini memang aneh, dimana calon yang menang tergantung media yang mendukung di belakangnya. gak percaya, lihat saja hasil quick-count sementara dibawah ini. Continue reading

CAK LONTONG YANG FENOMENAL DI ILK

Rasanya tidak enak tidur kalau malam belum nonton ILK. Dari dulu saya memang suka dengan lawakan spontannya komeng, tapi tanpa kehadiran cak lontong dengan lawakan silogismenya, selalu berperan sebagai peneliti dan hasil survey nya yang selalu ngawur, tapi justru membuat saya tertawa lepas.

Analisis yang dibuatnya juga sering membuat si pembawa acara denny alias candra sering geram, atau ingin mencabik cabis si cak lontong, karena keselnya. Fitri tropika juga kadang menyiapkan topi “wow, saya terpukau”, bahkan si komen yang tak gampang dikerjain malah sering dongkol dengan analisa si cak.

Menurut sebuah riset, tahun 1960-an malaysia mengimpor guru dan dosen dari indonesia. Tahun 1990-an, malaysia berubah menjadi pengimpor pembantu dari indonesia. Kesimpulannya, malaysia mengalami penurunan selera, dari level guru-dosen ke level pembantu.

Hahaha,

Pada kesempatan lain, cak lontong memaparkan hasil risetnya,

100 orang yang pergi ke rumah sakit
25% kesana untuk berobat
25% untuk mengantar orang berobat
25% untuk menjenguk orang sakit
25% pegawai rumah sakit..

Hahahha

Ada juga pertanyaan yang langsung sendiri.
Tahukah anda bahwa seniman kita seperti Gesang dan Ebiet G Ade berasal dari luar negeri? Itu adalah hasil survey terpercaya, surveynya di lakukan di Amerika Serikat.

Haha, nyangka gk begituan?

Sepertinya tiap malam wajib nonton deh ini ILK, secara ILCnya sering gk jelas masalah tapi banyak solusi, juga sering berantam, seperti kata cak Lonton

Yuk kita tonton!

Bisa Bapak! Prahara Costumer Service

Setiap kali bertanya sesuatu pada costumer service atau CS, saya merasa mereka selalu mengulang ulang kata “bapak” disetiap akhir kalimat yang mereka sebutkan. contohnya begini.

Saya: pagi, mau nanya, akun saya kenapa belum aktiv ya?

CS: selamat pagi, ini dengan clara, ada yang bisa saya bantu bapak?

Saya: ya itu, akun saya belum aktiv, padahal registrasinya udah kemarin

CS: boleh kami tahu akunya bapak?

Saya: akunya: rahasiajomblo

CS: baik, akan kami cek bapak, mohon ditunggu sebentar bapak.

saya : Iya, makasih! Continue reading

Dua Janda Srikandi

Scene: Bara Rumoh Aceh, lam krak, sore

“Hati saya masih seperti dulu, cinta saya akan negeri ini tidak akan pernah berubah, betul suami saya kini dengan bersama kaphe, tapi ini hanyalah cara kita untuk mengetahui taktik dan merebut senjata mereka”. Sebut cut nyak dhien sambil tertunduk, kedua tangannya mencoba membetulkan kain yang menutup kepalanya karena ditiup angin.

Senyap, hanya bunyi angin bertiup, dan bunyi ayam jantan sekali kali berkokok. Butuh beberapa saat hingga teungku fakinah, ulama perampuan dari lam krak, untuk menjawab sahabatnya sesama pejuang. Continue reading

10 minggu bahagia bersamanya

„Alhamdulillah, positif“, begitu pesan whatsapp dari istri mucul di hapeku. penglihatanku masih kabur, lampu kamar belum dihidupkan, tertidur di bawah selimut, kaki tertempel di pemanas ruangan, suhu Berlin pagi itu masih di titik beku.

Aku coba bangkit, mencoba melihat pesan pesan sebelumnya “gk jadi ke prodia, tadi sudah test plano lagi, Alhamdulillah positif”, begitu pesan lengkapnya. Dikirim beberapa jam yang lalu, saat aku masih di alam mimpi, sedang istri di Banda Aceh sudah pagi. Continue reading