Ternyata Pesawat Lion Air sewa semua

Barusan baca dari sebuah forum, jadi tau juga permainan di dunia dirgantara, juga sekaligus menjawab pertanyaan, dari mana Lion Air punya uang sebanyak itu untuk beli ratusan pesawat?

Berikut kopian infonya:

Lion Air itu memang pesan pesawat seabrek atas namanya sendiri. Tujuannya? Biar dapet cut-price deal dari pabrikan. Nah, kalau beli pesawat gitu kan mereka harus nyediain DP buat tanda tangan kontrak yang nilainya juga gede. Disinilah gunanya American Exim Bank, jadi mereka nyediain pinjaman bagi Lion Air buat ngelunasin DP ke Boeing. (Hal yang sama juga berlaku sama Airbus, cuma bank nya aja yang beda). Nah setelah pesawatnya jadi, si Lion Air tentu harus ngelunasin tagihannya biar pesawatnya bisa dikirim.
Continue reading

Rot is Red

image

Having travelled to many countries and cities, I learn that one way to know the citizen’s behavior is by seeing how they behave in the traffict light. In almost all cities in Germany, the traffict light function as it supposed to be. When the red light come, the people will just stop to give the other’s right to cross. The same situation I found in Maastricht-the Netherlands (but not in Amsterdam), in Bergen – Norway and Copenhagen – Denmark. When I was travelling with my Italian friend, he often disobey the rule, and just said “Let’s do the Italian way”, and we just cross the street when the light was red :), so you know what I meant. Continue reading

Berlin Yang Tak Pernah Sepi

Ketika dulu saya tinggal di daerah mana di Berlin, dan saya menjawab Kreuzberg, si kawan yang sudah lama tinggal di Berlin langsung berkomentar “woow”. Saat itu saya tidak mengerti apa maksud wow kawan tersebut, baru setelah lama tinggal disini, saya mengeti bahwa kawasan Kreuzburg adalah daerah turis yang suasananya “hidup” hampir 24 jam dalam sehari. Toko toko yang buka 24 jam sangat mudah dijumpai disini, di depan toko tersebut biasa tertulis “spätkauf”. Continue reading

Kenapa Orang Indonesia Tidak Bisa Bahasa Belanda

Indonesia pernah berada dalam koloni Belanda, bahkan dulu namanya pernah di sebut sebagai hindia belanda, tapi kenapa orang kita sangat sedikit yang bisa berbahasa belanda?

20140430-144706.jpg

Mungkin lembaran dari majalah yang keluar tahun 50-an diatas bisa menjawab pertanyaan diatas. Berdasarkan surat keputusan menteri tersebut, sangat beralasan kenapa bahasa belanda tidak bertahan lama sejak kaum imperialis ini angkat kaki dari bumi pertiwi.

Jika negara bekas koloni Inggris, perancis atau spanyol umumnya mempertahankan bahasa “penjajah” mereka, indonesia cukup pede dengan bahasa melayu riau nya yang kemudian menjadi bahasa nasional.

Pernah juga seorang kawan bertanya, kenapa saya yang pernah setahun tinggal di belanda, tapi tidak belajar bahasa ini sama sekali, saya jawab, “ngain capek capek belajar bahasa ini, toh di dunia ini lebih banyak orang yang ngomong bahasa indonesia dibandingkan bahasa belanda, jerman, dsb.

Hunting Sunset ditengah kota Berlin

Jika di banda aceh saya melakukan Hunting Sunset di pantai lhok nga atau Lampuuk, hal tersebut mustahil saya lakukan di Berlin.  Karena memang tidak ada pantai di ibu kota Jerman ini.  Letaknya tepat di tengah benua Eropa.  Jadi untuk mengobati rasa rindu hunting matahari tenggelam, saya hanya bisa melakukan dari tengah kota.  Dan sang surya pun tenggelam bukan ke dalam laut, tapi ke dalam bangunan. Apa hendak dikatakan, dunia saya kini beda.

image

Continue reading