UU keperawatan Disahkan: Langkah Maju atau Mundur?

Dan Undang Undang keperawatan sudah di sah kan. Akankah UU ini membawa dampak baik bagi perawat dan dunia keperawatan Indonesia? atau malah UU ini menjadi blunder, dimana praktik perawatan berpaling dari semestinya, mencaplok pekerjaan dokter dalam mendiagnosa penyakit dan pemberian obat.

Bicara tentang dunia keperawatan Indonesia, berarti bicara tentang seluruh sistem yang ada dalam keperawatan itu sendiri. Proses ini mencakup pendidikan, praktik, etika dan payung hukum keperawatan. Dalam hal pendidikan sendiri, setidaknya perawat punya 5 jenjang berbeda, mulai dari SPK, diploma III, S1, dan sepsialis atau S2, hingga pendidikan Doktor keperawatan. Continue reading

Advertisements

Seandainya Nasib Penderita Gangguan Jiwa Sebaik Penderita HIV-AIDS

Arloji di tangan saya telah menunjukkan pukul sembilan lebih lima belas menit. Kuliah tentang kesehatan jiwa yang sedang saya sampaikan pada siswa SMAN 1 Banda Aceh segera saya akhiri. Seorang guru yang hendak mengajar pada jam berikutnya telah berdiri di depan pintu. Meski masih banyak pertanyaan dari siswa yang begitu antusias mendengar penjelasan saya tentang gangguan jiwa, tetapi saya terpaksa menyudahinya. Selain karena waktu yang diberikan telah usai, saya pun harus segera meluncur ke aula sebuah hotel berbintang ternama di Banda Aceh. Acara sosialisasi tentang HIV-AIDS sedang diselenggarakan di sana dan kebetulan saya juga mendapatkan undangan untuk ikut sebagai peserta di acara yang disponsori oleh sebuah organisasi internasional.

Ketika saya tiba di sana, ternyata pemateri sedang menyampaikan materi tentang HIV-AIDS. Karena saya adalah seorang praktisi kesehatan, maka sekilas informasi yang disampaikan sudah saya ketahui sebelumnya. Namun, ada informasi baru yang saya dapatkan yaitu tentang peningkatan jumlah penderita HIV AIDS di Aceh yang kini mencapai 220 orang dan juga tentang banyaknya klinik dan rumah sakit yang bisa digunakan oleh penderita HIV ini untuk mendapatkan pengobatan. Continue reading

Berbagi Ilmu Kesehatan Jiwa dengan Siswa SMA

Jam tujuh lewat beberapa menit pagi tadi, saya sudah lebih rapi dari biasanya. Biasanya jam segitu saya masih nongkrong di warung kopi depan rumah, sambil baca koran dan menyeruput kopi hitam pekat khas warung tradisional tersebut. Memang, saya baru memulai rutinitassetelah jam 8. Namun, pagi tadi saya harus buru-buru ke sebuah sekolah tingkat atas di Banda Aceh. Janji dengan kawan yang juga guru di sekolah tersebut harus saya penuhi. Mau tak mau, saya pun harus mengikuti jam masuk sekolah, 07.30 WIB.

Dengan skutik putih-biru, saya menembus jalanan kota yang hanya macet di dekat lampu merah. Ya, jam-jam segini adalah waktunya anak-anak pergi ke sekolah atau ibu/bapak yang berangkat ke kantor. Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, saya pun tiba di tempat tujuan saya,  SMA 1 Banda Aceh. Teman yang hendak saya jumpai ternyata telah menunggu di pintu gerbang. Dia pun memperkenalkan saya ke bagian pengajaran dan selanjutnya kami meluncur ke sebuah kelas yang gurunya tidak ada. Saat ini sekolah yang terletak berhadapan dengan lapangan Blang Padang itu sedang “minggu tenang”. Para siswa baru menyelesaikan ujian semester. Jadi, sambil menunggupembagian rapor yang jatuh pada hari Sabtu, teman saya yang merupakan guru di sekolah favorit terebut mengajakku untuk berbagi dengan para generasi penerus negeri. Continue reading

Cara cara Korupsi :)

Dengan pengawasan yang super ketat, mustahil rasanya pejabat2 di negara kita bisa korupsi. Tapi setelah semalam ngobrol dengan kawan yang bekerja di bagian konstruksi, cerita bagaimana trik trik korupsi kembali di paparnya.

Menurut dia, banyak sekali cara2 korupsi yang dilakukan di negara ini, yang paling ringan misalnya korupsi waktu, janji rapat jam 9 tapi hadirnya jam 10. Yang lebih berat termasuk korupsi barang kantor, misalnya mobil dinas dipakai untuk acara keluarga, tidak merusak mobil memang, tetap saja itu penggunaan wewenang yang tidak pada tempatnya. Continue reading

Q3: Apa orang gila bisa sembuh?

Lagi lagi, ini pertanyaan yang paling sering ditanyakan. Apakah orang gila sembuh atau tidak tergantung pada jenis penyakitnya, tingkat keparahannya, pengobatan, faktor individu serta dukungan dari lingkungannya.

Banyak jenis gangguan jiwa yang dulu dianggap tidak mungkin disembuhkan, dengan berbagai pendekatan terapi , kini prognosanya menjadi lebih baik. Maksudnya, jika dulu orang yang mengalami gangguan jiwa tinggal menunggu hari saja, kini malah banyak orang ganggun jiwa yang sembuh, bisa bekerja dan malah incomenya lebih banyak dari orang yang merawatnya (baca: dokter atau perawat). Pun demikian, faktor-faktor yang disebutkan diatas sangat berperan.

Secara umum, orang  yang mengalami gangguan jiwa, kemungkinan sembuhnya terbagi dalam tiga kelompok. Sepertiga pertama adalah sembuh total, sepertiga kedua adalah sembuh tapi masih membutuhkan pengobatan untuk beberapa waktu tertentu, sedangkan sepertiga terakhir adalah tidak sembuh, dalam artian Continue reading

Q1: Gangguan Jiwa itu gimana ya?

Pertanyaan 1:  Yang dimaksud dengan gangguan jiwa itu gimana ya?

Jawaban
Pertanyaan ini sangat sering dipertanyakan. Untuk menjawabnya, harus dipilah dulu jenis gangguan jiwa yang dimaksud, karena gangguan jiwa sangat luas; mulai dari yang ringan seperti phobia, hingga yang berat seperti skizophrenia. Memang bagi kebanyakan orang, gangguan jiwa atau gila dianggap hampir semuanya sama, padahal dalam ilmu psychiatry, gangguan jiwa sangat banyak jenisnya.

Untuk menjawab mengenai kenapa orang bisa gila, baiknya kita memahami dulu apa yang dimaksud dengan kesehatan mental itu sendiri. Selanjutnya definisi mengenai gangguan mental serta cakupannya juga akan didiskusikan.

Jiwa atau mental yang sehat tidak hanya berarti bebas dari gangguan jiwa. Seseorang bisa dikatakan jiwanya sehat jika ia bisa dan mampu untuk menikmati hidup, punya kesimbangan antara aktivitas kehidupannya, mampu menangani masalah secara sehat, serta berprilaku normal, wajar sesuai dengan tempat atau budaya dimana dia berada. Orang yang jiwanya sehat juga mampu Continue reading

Was sind schizophrene Psychosen?

Schizophrene Psychosen beruhen auf einer komplexen Störung des Denkens, des Fühlens, des Wollen und des Erlebens. Sie betreffen also viele wichtige psychische Funktionen des Menchen. Die Wahrnehmung der Realität kann verändert und gestört sein und sich von derjenigen der Mitmenschen gänzlich unterscheiden.

Ungefähr 1% aller Menchen erkranken an schizophrene Psychosen, unabhängig von Rasse, Gesschlecht, Intelligenz, Kulturelle oder sozialer Herkunft. Schizophrene psychosen beeinträchtigen die Lebensqualität der Betroffenen und als Folge auch diejenige von Angehorigen und Freunden. Continue reading