Pemuda Warung Kopi

Banda Aceh layak mendapatkan gelar sebagai kota cyber dan kota seribu warung kopi. Gelar ini sepertinya bertentangan satu sama lain, “what the internet has to do with the caffee in Banda Aceh?”. Well, simbiosis mutualisme telah terjadi antara kedua hal ini. Pemilik warung kopi memasang wifi hotspot di warungnya, kemudian masyarakat datang untuk menikmati kopi sambil berinternet ria, seperti yang saya lakukan. Continue reading

Advertisements

Darussalam: Riwayatmu Kini – Anehnya Pejalan Kaki

Tahun 1998, beberapa bulan setelah menjadi warga Banda Aceh, saya di bawa keliling kota kecil ini oleh seorang kawan yang asli Banda Aceh. Dengan skuter hijau miliknya, kami berkeliling dua kampus yang ada di Kopelma Darussalam, Universitas syiah kuala, dan UIN Ar-raniry (Dulu IAIN). Saat itu, gedung gedung besar milik fakultas tehnik dan beberapa fakultas lain membuat saya terpana, ingin segera menyelesaikan sekolah tingkat atas ini dan menjadi mahasiswa di kampus yang punya gedung besar ini. “ini FKH; sampingnya Hukum, sebut si kawan ketika kami lewat di jalan depan kampus tersebut, “yang gede tadi fakultas tehnik, baru siap itu gedungnya” sambungnya lagi. Saya sebagai pendatang baru hanya bisa angguk angguk.

Continue reading

Weekly Photo Challenge: Texture Sunset

Finally I have time to post photos on this week photo challenge: texture. These are not the best one, but the only photos I could find fit to the thema.

DSC_0060

This is called the Lampuuk beach. Located in the village of lampuuk in Aceh. The village was severely destroyed by the tsunami 2004, but the beach was getting better after that. Continue reading

Android Apps Asal Aceh

Lima juta orang jumlah penduduk Aceh, seharusnya dengan jumlah sebanyak itu, banyak hal yang bisa dilakukan. Katakanlah 50%nya usia produktif, sisanya anak anak atau orang tua, 2,5 juta orang, tetap saja banyak yang bisa dilakukan. Salah satu tren teknologi masa kini adalah membanjirnya aplikasi di android, dan dari 2 jutaan rakyat Aceh, berapa banyak aplikasi yang sudah berhasil dibuat oleh individu atau perusahaan dari Aceh?

image

Dengan menggunakan kata kunci “Aceh”, saya coba menghitung aplikasi android yang berkenaan dengan nanggroe tercinta ini. Hasilnya: sudah ada, tapi belum begitu banyak. Ini mungkin berarti bahwa penetrasi warga Aceh dalam perputaran dunia smartphone masih sebatas pemakai, belum sebagai produsen. Padahal dengan bertambah banyaknya pemakaian android akhir akhir ini, membuka begitu banyak ruang bagi orang untuk berkreasi, unjuk diri, bahkan mencari nasi dari pembuatan dan penjualan aplikasi. Untuk diingat bahwa aplikasi ini tidak membutuhkan dana sepersenpun untuk membuatnya, hanya butuh keinginan, ilmu dan sebuah laptop yang saya rasa hampir semua orang memilikinya saat ini.

Nah, maukah kita menjadi bagian dari masyarakat dunia? atau hanya cukup kesawah, tanpa pernah mau tahu apanyang terjadi diluar sana.

Posted from WordPress for Android