Suatu pagi di atas Becak.

Selesai sarapan nasi goreng putih masakan ibunya, Ami bergegas ke kamar, mengambil tas, merapikan jilbab dan memakai sepatu, siap berangkat ke sekolah.

Aulia, adik satu satunya Ami yang masih duduk di kelas 3 SD sedang kesusahan memakai sepatu yang mulai sobek dan menyempit di depan rumah kecil mereka, sedangkan ayah Rahman sedang mengelap becak mesin kesayangannya.

Beberapa menit kemudian, ketiganya sudah didalam becak yang melaju lamban membelah pinggiran Kota Banda Aceh, mengantar anaknya sekolah dan selanjutnya “narik becak” adalah pekerjaan rutin Ayah Rahman sejak 7 tahun lalu, pasca Tsunami.

Ami yang kini duduk di kelas 1 SMA mulai merasa risih, merasa dirinya sering menyusahkan ayahnya untuk mengantarnya kesekolah setiap pagi. saat teman-teman sekelasnya sudah berangkat kesekolah sendiri, ia masih saja diantar ayahnya, tidak hanya sekarang, tapi sejak dia kelas satu SD dulu. Continue reading