Ngopi gratis di Rumah Sakit Jiwa Berlin

Ada dua hal yang membuatku betah dan sering berkunjung ke rumah sakit jiwa yang terletak di jantung kota Berlin, Jerman. Pertama disana aku bisa lebih leluasa berkonsultasi mengenai penelitian dengan profesor pembimbingku dan yang kedua, sambil menunggu giliran bertemu, aku bisa minum minuman gratis yang disediakan untuk pengunjung, termasuk pasien atau mahasiswa sepertiku. Benar, gratis, dan yang tersedia tidak hanya kopi, tapi juga ada jus, teh, dan tentunya air putih. Air putihnya juga ada 2 pilihan, ada yang bersoda, ada juga yang tidak.  Kopi dan teh biasanya dimasukkan dalam termos, kita tinggal tuang kedalam gelas yang tersedia disana.  Kalau mau campur susu juga tersedia. Sedangkan jus nya berganti ganti, kadang jus apel, jus jeruk, jus buah, banyak dan aku hampir pernah men coba semuanya, gratis sih.

kopi di salah satu sudtWalau di kampung kami punya kebun kopi dan orangtuaku adalah pensiunan petani kopi, aku bukan orang yang selalu suka dengan biji goingseng hitam ini. Agak aneh memang karena kebanyakan orang Aceh adalah peminum kopi yang hebat, mungkin sama seperti orang Finlandia yang menjadi peminum kopi terbanyak didunia, bisa mencapai 12 Kg kopi per orang per tahun. Tidak ada statistik yang pasti memang untuk orang Aceh, tapi aku yakin angkanya bisa sebanyak itu. Buktinya kota Banda Aceh kini punya gelar baru “kota seribu warung kopi”. Karena bukan penggemar kopi, aku biasanya minum teh, biasanya campur “sedikit” susu dan gula tentunya.

Gaya minum teh-ku sekilas mirip gaya Inggris, teh campur susu, tapi ketika kupastikan hal itu ke seorang kawan yang asli berasal dari Liverpool, katanya campuran susu ke teh terlalu banyak, dan mereka jarang memasukkan gula sebanyak yang aku masukkan (ini gk usah dijelaskan lagi, hehe) Continue reading

Q3: Apa orang gila bisa sembuh?

Lagi lagi, ini pertanyaan yang paling sering ditanyakan. Apakah orang gila sembuh atau tidak tergantung pada jenis penyakitnya, tingkat keparahannya, pengobatan, faktor individu serta dukungan dari lingkungannya.

Banyak jenis gangguan jiwa yang dulu dianggap tidak mungkin disembuhkan, dengan berbagai pendekatan terapi , kini prognosanya menjadi lebih baik. Maksudnya, jika dulu orang yang mengalami gangguan jiwa tinggal menunggu hari saja, kini malah banyak orang ganggun jiwa yang sembuh, bisa bekerja dan malah incomenya lebih banyak dari orang yang merawatnya (baca: dokter atau perawat). Pun demikian, faktor-faktor yang disebutkan diatas sangat berperan.

Secara umum, orang  yang mengalami gangguan jiwa, kemungkinan sembuhnya terbagi dalam tiga kelompok. Sepertiga pertama adalah sembuh total, sepertiga kedua adalah sembuh tapi masih membutuhkan pengobatan untuk beberapa waktu tertentu, sedangkan sepertiga terakhir adalah tidak sembuh, dalam artian Continue reading

Q1: Gangguan Jiwa itu gimana ya?

Pertanyaan 1:  Yang dimaksud dengan gangguan jiwa itu gimana ya?

Jawaban
Pertanyaan ini sangat sering dipertanyakan. Untuk menjawabnya, harus dipilah dulu jenis gangguan jiwa yang dimaksud, karena gangguan jiwa sangat luas; mulai dari yang ringan seperti phobia, hingga yang berat seperti skizophrenia. Memang bagi kebanyakan orang, gangguan jiwa atau gila dianggap hampir semuanya sama, padahal dalam ilmu psychiatry, gangguan jiwa sangat banyak jenisnya.

Untuk menjawab mengenai kenapa orang bisa gila, baiknya kita memahami dulu apa yang dimaksud dengan kesehatan mental itu sendiri. Selanjutnya definisi mengenai gangguan mental serta cakupannya juga akan didiskusikan.

Jiwa atau mental yang sehat tidak hanya berarti bebas dari gangguan jiwa. Seseorang bisa dikatakan jiwanya sehat jika ia bisa dan mampu untuk menikmati hidup, punya kesimbangan antara aktivitas kehidupannya, mampu menangani masalah secara sehat, serta berprilaku normal, wajar sesuai dengan tempat atau budaya dimana dia berada. Orang yang jiwanya sehat juga mampu Continue reading

Begini cara orang Jerman memperlakukan orang gila dijalan

Dari rumah sakit virchow, aku memutuskan untuk berjalan kaki ke Mesjid Al-Falah, satu satunya mesjid warga Indonesia di Berlin. Walau sebenarnya bisa naik bus dengan tiket gratis, dengan jarak sekitar 1 KM, aku memilih untuk jalan kaki, kuanggap saja olah raga, sembari melihat sudut sudut lain kota Berlin. Melewati toko yang berusia puluhan tahun, taman kota yang mulai ditumbuhi bunga, menyeberangi jembatan khusus pejalan kaki diatas sungai yang airnya bersih, tak ada lumut, apalagi sampah, aku benar benar menikmati dimensi lain ibukota Jerman ini.Gadis jerman

Tiba di seberang, aku menemukan sebuah pemandangan yang belum pernah kulihat sebelumnya di negara ini. Seorang gadis manis berambut pirang, berjalan hoyong di pedestrian, memakai pullover hitam, celana krem urakan, sebuah sepatu hitam di tangan kirinya dan ssebuah kartu nama di tangan kanannya. Rambut blond nya acak acakan, baju pullover hitamnya juga penuh dengan kotoran, sepertinya ia baru selesai berguling guling diatas tanah. Dia bertelanjang kaki, Continue reading

Artikel: Program Bebas Pasung di Aceh

Buat rekan2 yang mencari referensi, tulisan, atau artikel mengenai program bebas pasung 2010 di Aceh-Indonesia, berikut ada artikel yang kami presentasikan tahun kemarin di Vancouver Canada.

DSC_0297

Artikel lengkapnya sudah di print out dalam buku proceeding konferensi tersebut, tapi setelah di scan, hasilnya kurang bagus, jadinya kami upload aja yang aslinya disini.

DSC_0298

Silakan klik Marthoenis_Releasing the mentally ills from physical restraint_full Article berikut untuk mendownload tulisan lengkapnya.

Download Full Article

Sekian, semoga membantu,

salam sehat jiwa 😀

moersalin

Serunya Mengajar Antropologi Medis

Membaca kembali sari sari jawaban yang diberikan mahasiswa saat aku mengajar Med Antro dulu, membuatku rindu untuk mengajar mata kuliah ini. Bukan jurusanku memang, tapi entah kenapa aku jadi tertarik dengan mata kuliah ini. Waktu S1 dulu aku malah tak tahu sama sekali maksud dan tujuan mata kuliah antropologi medis, yang aku ingat hanya “ek ek, orang kampung lebih senag beol di hutan atau di sungai, dan sebagainya (tau kan siapa dosennya?). Namun pandanganku berubah total saat harus mengambil mata kuliah ini di program master kampungnya Peter Debye (gak tahu kan siapa dia? hehe, dia adalah pemenang Continue reading