Nge Bus

image

Kalau biasanya naik Trans Jakarta terasa seperti teri dalan kaleng, suasana sebaliknya terasa saat naik bus di Jerman. Sama seperti trans J, ini juga pakai bus gandeng, tapi posisi diduknya berbeda. Jarang penumpang dalam bus harus berdiri, kecuali di jam jam sibuk seperti saat pulang kantor, dsb. Tapi pada jam segitu operator Bus juga sudah antisipasi dengan menyediakan bus lebih banyak dari biasanya.

Jadinya terasa begitu nyaman. Karena memang negara maju itu bukan negara yang penduduknya naik mobil pribadi yang mewah, tapi saat semua penduduk bisa menggunakan transportasi publik dengan nyaman.

Antara Housewife, Peurumoh dan Queen of the house!

Bergen 1Dulu, lewat sebuah pesan pendek, aku pernah menulis, “seandainya aku dilahirkan kembali, mungkin aku akan meminta menjadi perempuan”,  kalimat ini bukan karena aku tidak senang dengan kelaminku sekarang, tetapi bagaimana yang maha kuasa memberikan kelebihan yang luar biasa bagi lawan jenis yang disebut peremuan. Saat itu, perbandinganku tidak jauh jauh dari kesimpulanku setelah mengahadiri shalat juma’at di sebuah mesjid di ibukota.

Bagi laki-laki, menghadiri jum’at adalah fardhu ain, dan akan mendapatkan pahala extra jika saat sedang berada dalam mesjid (jami’), ia berniat I’tikaf dalam mesjid tersebut, baik saat mendengar ceramah, ada pengajian, khutbah, sekedar duduk saja sambil melamun, atau hanya sekedar lewat (sumber : kitab Sabilal). Namun bagaimana enaknya jadi perempuan, saat si laki-laki harus kemesjid dan berniat I’tikaf untuk mendapatkan sesuatu yang extra, kaum perempuan hanya perlu duduk di rumah, berniat I’tikaf dan mendapatkan hal yang sama….luar biasa. Continue reading