Dua Janda Srikandi

Scene: Bara Rumoh Aceh, lam krak, sore

“Hati saya masih seperti dulu, cinta saya akan negeri ini tidak akan pernah berubah, betul suami saya kini dengan bersama kaphe, tapi ini hanyalah cara kita untuk mengetahui taktik dan merebut senjata mereka”. Sebut cut nyak dhien sambil tertunduk, kedua tangannya mencoba membetulkan kain yang menutup kepalanya karena ditiup angin.

Senyap, hanya bunyi angin bertiup, dan bunyi ayam jantan sekali kali berkokok. Butuh beberapa saat hingga teungku fakinah, ulama perampuan dari lam krak, untuk menjawab sahabatnya sesama pejuang. Continue reading