Darussalam: Riwayatmu Kini – Anehnya Pejalan Kaki

Tahun 1998, beberapa bulan setelah menjadi warga Banda Aceh, saya di bawa keliling kota kecil ini oleh seorang kawan yang asli Banda Aceh. Dengan skuter hijau miliknya, kami berkeliling dua kampus yang ada di Kopelma Darussalam, Universitas syiah kuala, dan UIN Ar-raniry (Dulu IAIN). Saat itu, gedung gedung besar milik fakultas tehnik dan beberapa fakultas lain membuat saya terpana, ingin segera menyelesaikan sekolah tingkat atas ini dan menjadi mahasiswa di kampus yang punya gedung besar ini. “ini FKH; sampingnya Hukum, sebut si kawan ketika kami lewat di jalan depan kampus tersebut, “yang gede tadi fakultas tehnik, baru siap itu gedungnya” sambungnya lagi. Saya sebagai pendatang baru hanya bisa angguk angguk.

Continue reading

Rot is Red

image

Having travelled to many countries and cities, I learn that one way to know the citizen’s behavior is by seeing how they behave in the traffict light. In almost all cities in Germany, the traffict light function as it supposed to be. When the red light come, the people will just stop to give the other’s right to cross. The same situation I found in Maastricht-the Netherlands (but not in Amsterdam), in Bergen – Norway and Copenhagen – Denmark. When I was travelling with my Italian friend, he often disobey the rule, and just said “Let’s do the Italian way”, and we just cross the street when the light was red :), so you know what I meant. Continue reading

Letter: Tsunami Museum

20140429-201444.jpg

The only Tsunami museum in the world is located in Banda Aceh, the severely damaged town by the Tsunami in 2004. If you have an opportunity to visit Indonesia, you should go to this small town and see how the disaster like the tsunami changes the way of people life.

Apart from this museum, you will find many other tourism objects related to the Tsunami. If you really happen to come here, please do let me know πŸ™‚

Bincang Blogger Banda Aceh

Sabtu pagi, waktu yang bagus untuk berinteraksi, demi membuat hidup lebih produktif. Saat ini saya sedang terduduk disebuah kursi empuk, mendengar para pemateri hebat, para blogger terkenal di seantero Banda Aceh.

acara blogging meeting

acara blogging meeting

Jam 9 pagi sudah tiba ditempat, kawanin para panitia mempersiapkan ruangan, tapi karena saya masih menjadi pesakit, akhirnya ya duduk duduk saja πŸ™‚

Perserta sudah mulai berdatangan, di announcemennya katanya acara dimulai jam 9.30, tapi acara baru mulai jam 10. Rupanya jam karet masih berlaku untuk kita, tak adakah penghargaan terhadap waktu?

Dan tepat jam 10.00, acarapun dimulai. Pertama perkenalan semua peserta, selanjutnya presentasi dari presenter, dan saat saya selesai menulis tulisan ini, kak ihan matahari terbit sedang dengan semangatnya berceramah, sampai harus diingatkan kalau waktunya dah mau abis.