Ternyata Pesawat Lion Air sewa semua

Barusan baca dari sebuah forum, jadi tau juga permainan di dunia dirgantara, juga sekaligus menjawab pertanyaan, dari mana Lion Air punya uang sebanyak itu untuk beli ratusan pesawat?

Berikut kopian infonya:

Lion Air itu memang pesan pesawat seabrek atas namanya sendiri. Tujuannya? Biar dapet cut-price deal dari pabrikan. Nah, kalau beli pesawat gitu kan mereka harus nyediain DP buat tanda tangan kontrak yang nilainya juga gede. Disinilah gunanya American Exim Bank, jadi mereka nyediain pinjaman bagi Lion Air buat ngelunasin DP ke Boeing. (Hal yang sama juga berlaku sama Airbus, cuma bank nya aja yang beda). Nah setelah pesawatnya jadi, si Lion Air tentu harus ngelunasin tagihannya biar pesawatnya bisa dikirim.

Pertanyaan selanjutnya, emang semua pesawatnya harus dilunasin? Jelas dong, cumaaa…. berhubung pesenan seabrek itu nggak dateng dalam satu waktu, kita bisa ngakalin biar pesawatnya bisa terus dateng dengan cash on hand terbatas. Caranya?

Di financial industry, ada yang namanya Sale and Leaseback Option. Apa itu? Jadi ketika kita beli sebuah barang, terus dilunasin, dan barangnya dateng, ada opsi untuk langsung menjualnya ke sebuah financial institution (biasanya lessor), dan seketika itu juga meminjamnya kembali. Jadi hak milik barangnya pindah ke lessor, dan status kita berubah jadi peminjam.

Lah, terus gunanya apaan itu opsi? Ya itu tadi, biar duit itu bisa diputer terus buat ngedatengin pesawat. Jadi kita cukup pinjem duit buat beli sedikit pesawat buat ngedatengin ratusan pesawat. Caranya? Kita lunasin pesawat pertama, terus pesawatnya langsung dijual. Duit hasil penjualannya dipake buat ngelunasin pesawat kedua, dan seterusnya. Selanjutnya pesawatnya masuk operasional, dan keuntungannya dipake buat bayar sewa itu pesawat. Simple kan?

Keuntungannya apaan pake sistem begini?
1. Karena pesen pesawatnya langsung banyak, otomatis kan dapet harga grosiran dari pabrikan. Pesawat murah itu tadi kalau ditawarin ke lessor kan pasti mereka juga seneng karena bisa beli murah, dan otomatis biaya sewanya juga bisa turun. Jauh lebih efisien daripada lessor yang pesen pesawatnya, terus kita sewa ke mereka. Lessor belum tentu bisa pesen sebanyak itu, dan harganya juga belum tentu bisa semurah yang kita dapetin.
2. Fleksibel terhadap demand. Kalau tiba2 kita menghadapi krisis dan ternyata cuma butuh 100 pesawat buat memenuhi permintaan pasar, sedangkan kita punya 105 pesawat, kita tinggal pulangin pesawat yang paling tua. First In First Out. Kalau demand nya tambah gede, ya tinggal ditahan aja pesawat tuanya lamaan dikit, sambil minta delivery yang lebih banyak.

Jadi kalau ada yang tanya “armada Lion itu sewa semua?” Jawabannya ya memang sewa semua  Cuma lessornya beda2, dan seringkali mereka nggak mau disclose siapa lessor mereka, makanya di planespotter daftar lessor nya sering blank.

Terus kalau ada yang tanya lagi, “Cuma Lion doang yang kaya gitu?” Nope, nyaris semua maskapai di Indonesia melakukan hal yang sama, termasuk Garuda. Bedanya? GA masih punya pesawat lama yang statusnya hak milik macem 737-400, 737-500, 747-400, sama A330-300 lama mereka, jadi gak kena semprot Kemenhub. Pesawat barunya mereka? sewa semua itu.

ada tambahan lagi

Hampir semua airlines besar di dunia pake sistem gini. Termasuk Emirates, Qatar, Etihad, Ryanair, Southwest, dll. Kalau nggak begini, duit dari mana beli ratusan pesawat yang harga per unit-nya ratusan milyar rupiah.
GA punya pesawat berstatus milik karena semua tender pengadaan diatur sama anak-anak Suharto, makanya banyak pembelian yang gak masuk akal cost-nya (lots of mark-ups), termasuk pembelian MD11 di saat maskapai lain pilih 777 seri awal. Yang masih pake sistem beli milik paling Air Koryo dan Iran Air. 

Saya gak ngerti alasan Kemenhub mewajibkan pesawat hak milik. Apa hubungannya sama air worthiness yang merupakan tugas regulator? Perlindungan konsumen? 
Kepemilikan pesawat Wings Air dihitung punya Lion juga gak? Kalau iya, ambil aja tuh 5 ATR buat menuhin aturan

sumber: skyscrapercity

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s