Darussalam: Riwayatmu Kini – Anehnya Pejalan Kaki

Tahun 1998, beberapa bulan setelah menjadi warga Banda Aceh, saya di bawa keliling kota kecil ini oleh seorang kawan yang asli Banda Aceh. Dengan skuter hijau miliknya, kami berkeliling dua kampus yang ada di Kopelma Darussalam, Universitas syiah kuala, dan UIN Ar-raniry (Dulu IAIN). Saat itu, gedung gedung besar milik fakultas tehnik dan beberapa fakultas lain membuat saya terpana, ingin segera menyelesaikan sekolah tingkat atas ini dan menjadi mahasiswa di kampus yang punya gedung besar ini. “ini FKH; sampingnya Hukum, sebut si kawan ketika kami lewat di jalan depan kampus tersebut, “yang gede tadi fakultas tehnik, baru siap itu gedungnya” sambungnya lagi. Saya sebagai pendatang baru hanya bisa angguk angguk.

3 Tahun kemudian, saya terdaftar sebagai salah seorang mahasiswa di kampus tersebut, ada rasa bangga karena berhasil menjadi mahasiswa di kampus yang selalu menjadi impian sebagian besar pemuda Aceh, tapi sedih juga karena saat pengumuman nama saya tidak ditulis di koran, sehingga tak seorangpun orang kampung yang tahu kalau saya lulus di unsyiah, taunya di IAIN saja, tapi ya sudahlah, toh saya kini adalah penghuni Darussalam juga.

Hari – hari selanjutnya adalah hari hari penuh dengan jalan kaki, saat itu masih sangat sedikit mahasiswa yang punya kendaraan seperti sepeda motor, apalagi punya mobil, jadinya robur atau damri selalu menjadi andalan saya, anya naik labi labi kalau memang sudah sangat telat dan tidak mungkin lagi nunggu robur.

Dari lapangan tugu, saya selalu jalan kaki sampai kekampus, hingga tamat hal ini saya lakukan. Kalau harus foto kopi bahan, saya juga jalan kaki dari kampus kami di bagian paling ujing unsyiah, hingga ke kawasan simpang galon dimana toko foto kopi terletak. Saat itu jalan kaki adalah hal biasa, toh sangat banyak yang jalan kaki, dan kemudian naik labi labi atau robur di depan lapangan tugu.

Tapi, sekarang sungguh berbeda dengan 14 tahun lalu, sekarang semunya punya kendaraan. Tadi ketika saya mau potong jalan di simpang galon, susahnya minta ampun, terasa sepeda motor tak pernah putus dan tak pernah mau memberi kesempatan kepada saya untuk potong jalan, nasib oh nasib.

Mahasiswa yang jalan kaki juga bisa dihitung jari, entah karena gengsi, atau karena kemampuan ekonomi yang sudah lebih baik, sehingga jalan kaki dianggap barang asing yang kadang dicibir? hah? iya, pernah saya iseng sepeda motor saya saya simpan di depan sebuah toko dan kemudian saya putuskan jalan kaki ke toko lain di simpang galon yang letaknya beberapa ratus meter dari sana. Ketika saya jalan, saya bisa merasa betapa banyak mata yang memperhatikan saya, padahal pakaiannya saya normal-normal saja, (atau wajah saya yang abnormal?). Dan ketika saya jalan di dekat jalan, tiba-tiba ada yang berhenti dan bertanya ke saya “kenapa jalan kaki? mau kemana?” saya jelaskan mau keseberang dan saya memang memilih untuk jalan kaki, walaupun si bapak mengajak di bonceng, tetap saja saya memilih untuk jalan kaki. jadinya dalam hati saya bertanya, “apakah sekarang dianggap aneh kalau jalan kaki?”

Dulu, setelah turun labi labi atau robur di lapangan tugu setiap pagi, mahasiswa berlomba lomba menuju kampusnya masing masing, dan kalau ada yang mau incar cewek yang ketemu di robur, dari sini bisa langsung ketahuan, tunggu saja dia turun dimana dan jalan kearah mana, “oo, anak ekonomi rupanya”, sekarang mungkin bisa liat di FB nya kali ya?

Oh iya, ada satu lagi hal yang saya lihat berbeda pada mahasiswa sekarang dengan mahasiswa yang dulu, sekarang sepertinya mereka lebih berisi, apa karena sudah sangat jarang jalan kaki?

hmmm.,, perlu buat survey sepertinya.

PS: Ditulis di sebuah warung kopi di Darussalam.

2 thoughts on “Darussalam: Riwayatmu Kini – Anehnya Pejalan Kaki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s