Dukung Pilkada Langsung – Tolak Pilkada DPRD

Ya, itu judul teriakan rakyat, rakyat negara yang telah memilih wakilnya di pusat, wakil yang ternyata memilih untuk mengkhianati rakyat. Jelas sekarang mana partai (orang tepatnya), yang mewakili rakyat, yang ingin kedaulatan ada di tangan rakyat, dan mana partai yang ingin lebih berkuasa, bahkan berkuasa untuk memilih seorang pemimpin daerah, yang nantinya bisa mereka atur, minta jatah, bahkan mengintimidasi “ingat ya, anda kami pilih, kasih proyek ke kami, jangan main main”. Wah tanpa terasa kita kembali ke zaman orde lama, eh orde baru gaya lama.

Saya heran, kenapa mereka begitu alergi dengan pemilihan langsung, apa karena begitu susah untuk menyogok rakyat? mimilih sendiri berarti mengatur sendiri siapa yang akan dipilih. kalau alasannya efisiensi anggaran, itu gampang, potong saja gaji anggota dewan, potong tunjangan, pastikan mereka tidak main proyek, ambil uangnya untuk pilkada langsung, aman kan?

Kali ini demokrat diatas angin, keluar dari ruang sebelum pemilihan, intrik lama yang dipakai lagi, huh, macam kita gak tau saja. Beberapa partai yang sebelumnya mau mendukung demokrat dengan 10 syaratnya kini gigit jari, partai lain pesta pora, ini demokrasi namanya? iya, demokrasi untuk mereka yang merasa menang dengan merampas hak kami. kita lihat nanti waktu kampanya, mereka punya alasan apa lagi, penipu tetap penipu, pembohong tetap pembohong, mereka ahli merangkai kata, entah les dimana, tapi janji kampanye selalu berhasil menipu rakyat, tapi tidak semua.

Harap diingat dan dicatat, ini partai yang milih pilkada lewat DPRD: Gerindra (22 suara), PPP (32 suara), PAN (45 suara), PKS (55 suara), dan Golkar (73 suara).

Sedangkan partai yang ingin pilkada dipilih rakyat: FPD (6 suara), Hanura (10 suara), PKB (20 suara), PDIP (88 suara), serta sebagian golkar (11 suara)

Partai yang melarikan diri, kalah sebelum bertanding, yakni demokrat, otomatis tidak masuk hitungan.. palak kali sama mereka.

Kalau begini ceritanya, hanya ada satu kata kesimpulan #RIPDemokrasiIndonesia.

2 thoughts on “Dukung Pilkada Langsung – Tolak Pilkada DPRD

  1. Untuk kasus ini, aku mendadak jd anggota kelompencapir ….
    Menurutku, mereka2 yg bersorak atas kemenangan kemarin itu mereka2 yang ….. hheemm, pengecut. Karena mereka tahu pasti, bakalan susah menang kalau ikut pemilu langsung. Makanya daripada kalah, mendingan berjuang cari cara supaya tetap bs “menang” dengan memegang kendali tampuk pemerintahan. Ya kemarin itu salah satunya.

    Kalau mereka itu percaya dirinya tinggi, beneran niat mengabdi, dan berkompeten di bidangnya, kayaknya bakalan ikut mendukung pemilukada langsung karena yakin bisa menang.

    *Sudah nyinyir maksimal apa belum?* #Eh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s