UU keperawatan Disahkan: Langkah Maju atau Mundur?

Dan Undang Undang keperawatan sudah di sah kan. Akankah UU ini membawa dampak baik bagi perawat dan dunia keperawatan Indonesia? atau malah UU ini menjadi blunder, dimana praktik perawatan berpaling dari semestinya, mencaplok pekerjaan dokter dalam mendiagnosa penyakit dan pemberian obat.

Bicara tentang dunia keperawatan Indonesia, berarti bicara tentang seluruh sistem yang ada dalam keperawatan itu sendiri. Proses ini mencakup pendidikan, praktik, etika dan payung hukum keperawatan. Dalam hal pendidikan sendiri, setidaknya perawat punya 5 jenjang berbeda, mulai dari SPK, diploma III, S1, dan sepsialis atau S2, hingga pendidikan Doktor keperawatan.

Hasil dari pendidikan yang berbeda ini juga memberikan kompetensi yang berbeda, perawat lulusan D III misalnya, akan berbeda dengan sarjana, apalagi mereka yang sudah S2 atau spesialis. Tapi dalam praktiknya masih sama saja, sejauh yang saya tahu, belum ada peraturan yang mengatur organisasi pekerjaan dan dari masing tingkat pendidikan tadi.

Masih dalam hal pendidikan keperawatan, akhir akhir ini sekolah sarjana keperawatan juga tumbuh subur seperti jamur di tubuh orang malas mandi. Izinnya terkesan begitu mudah, selama pemilik yayasan bisa meyakinkan organisasi pemberi izin, maka berdirilah itu sekolah. Sayangnya banyak institusi yang bermasalah, peralatan kurang, gedung masih numpang di toko, hingga tenaga pengajar yang tidak kompeten, bahkan tingkat pendidikannya sama dengan yang di didik, “boh limo pajoh boh limo” (jeruk makan jeruk-red). Bagaimana nantinya setelah mereka lulus, dimana mereka akan bekerja dan kompetensi apa yang mereka miliki, pernahkan itu dibahas?

Dalam hal praktik keperawatan, berdasarkan RUU keperawatan pasal 31 misalnya, dalam praktik keperawatan, perawat berperan untuk (a) memberi asuhan keperawatan (b) pendidikan klien. Nah, hingga kini, apakah kita sudah punya standar asuhan keperawatan yang sudah DI UJI secara ilmiah, disepakati bersama oleh konsil dan disahkan untuk dipraktikkan oleh perawat?

Untuk STR yang berlaku setiap 5 tahun (pasal 18), apakah harus melakukan uji kompetensi lagi setelah 5 tahun tersebut? Bagaimana dengan perawat yang sudah punya spesialisasi khusus, perawat jiwa misalnya yang sudah tidak tahu menahu tentang KMB? Bagaiman jika seorang perawat tidak ber praktik salam waktu yang lama? Wah, banyak yang harus dipertanyakan.

Masalah pemberian obat obatan, memang dalam RUU disebutkan bahwa perawat dilarang diberikan resep dan obat selain obat terbatas (pasal 67), apa saja obat terbatas tersebut? Bagaiman dengan pemberian anti biotik yang tidak sesuai tujuan seperti terjadi sekarang? Apakah pasal ini tidak bertentangan dengan pasal 36? (dalam keadaan darurat, perawat dapat melakukan tindakan medis dan pemberian obat), bagaimana nantinya jika orang yang berobat mengaku dalam keadaan gawat darurat? Termasuk darurat keuangan.

Masih masalah obat, bagaimana kami perawat jiwa yang sudah ikut CMHN dan sudah diberikan pendidikan tentang obat antipsikotik, bolehkah kami tetap memberikan obat? Apakah obat antipsikotik termasuk dalam obat yang bisa diberikan dalam keadaan gawat darurat?

Meski begitu banyak pertanyaan yang belum terjawab (untuk kami yang dilapangan), kami sangat mengapresiasi UU keperawatan ini. Setidaknya nanti kita punya payung hukum dalam bekerja, punya konsil keperawatan yang mengurus kerja dan kinerja perawat seperti yang diamanahkan dalam UU, serta hak dan kewajiban kami juga telah punya landasannya. Semoga UU ini tidak diteriki “horee, bisa buka praktek!”, karena tujuan dari asuhan keperawatan bukan hanya “buka praktek”, tetapi bisa memeberikan keperawatan yang komprehensif kepada individu, keluarga dan masyarakat, seperti defenisi keperawatan itu sendiri. Semoga!

One thought on “UU keperawatan Disahkan: Langkah Maju atau Mundur?

  1. Pingback: Uu Keperawatan Terbaru Yang Sudah Disahkan | Makalah Kesehatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s