Ternyata Banda Aceh kaya dengan Objek Wisata

Terduduk di sudut ruang sebuah warung kopi di kawasan Lambhuk, gelas berisi the tarik tersisa setengahnya, saya baru saja selesai menonton highlight hasil pertandingan bola antara Chelsea dan atletico Madrid semalam, dan mulai kebingungan apa harus pulang kerumah, atau melanjutkan browsing. Karena internet free dari warung kopi lumayan kencang pagi ini, akhirnya saya putuskan untuk melihat-lihat tulisan peserta Banda Aceh blogger competition yang garis matinya adalah semalam.

Tulisan penulis terkenal asal aceh, ibu riza tentang tempat-tempat wisata religi disekitaran Banda Aceh membuka wawasan saya, bahwa jika sebelumya kita hanya tahu masjid raya atau masjid ulee lheu, rupanya banyak tempat lain yang ada, bisa dikunjungi dan layak menjadi destinasi wisata. Gereja Katolik hari kudus yang terletak di samping sungai krueng Aceh misalnya, walau dulu hampir tiap hari melewati kawasan ini saat pulang dan pergi sekolah, tapi tidak sadar bahwa ini bisa menjadi objek wisata, begitu juga dengan Vihara Dharma Bakti yang terletak di peunayong, sekilas hanya tempat ibadah umat budha keturunan ini juga belum pernah saya kunjungi sama sekali.

Selain wisata religi, ada juga yang menulis khusus tentang penanyong, yang dianggap penulis sebagai “china-town nya” Banda Aceh. Ketika tahun 2012 lalu saya benar benar mengunjungi sebuah China town yang terletak di sudut kota Vancouver di kanada, saya sempat berandai-andai, andai saja banda Aceh juga punya china town, tapi tulisan bang ariel yang pernah fenomenal dengan tulisan jangan kawin dengan gadis aceh ini rupanya cukup membuat saya tersadar, bahwa china town sudah lama ada di Banda Aceh, dan sering kita tak sadar dengan keberadaanya.

Museum Tsunami juga tak luput dari tulisan para peserta, kak alaika abdullah misalnya, menjelaskan secara detil bagian bagian yang ada dalam museum tsunami pertama dan satu satunya di dunia ini. Sedangkan mas Ari Murdiyanto yang aslinya putra jawa, tapi tulisannya tentang Aceh kadang lebih Aceh dibandingkan orang Aceh sendiri menyorot PLTD Apung sebagai harta warisan wisata Banda Aceh yang harus dijaga dan lebih dari bisa untuk mendatangkan devisa bagi bangsa. Yang paling fenomenal tentu munculnya nama kak Bebby sebagai salah seorang penulis nasional dalam lomba blog ini. Tulisan beliau mengenai Taman Putroe Phan dan Gunongan membuat saya ingin melakukan foto post-wed sekali lagi; saya jadi fotografer, sedangkan modelnya istri saya :)

Selain itu, ada juga yang menulis tentang tempat yang paling ingin saya kunjungi saat ini, tapi sampai detik ini, saya belum sempat sempat kesana, yaitu hutan kota Banda Aceh. Tulisan Hidayatullah ini membuat saya harus mengatur ulang jadwal kegiatan harian agar dalam waktu dekat bias berkunjung ke tempat ini.

Terakhir, sebagai orang Aceh yang hobi makan, tulisan peserta tentang wisata kuliner juga tak luput dari perhatian saya. Sebagai mahasiswa yang pernah nge-kost di Darussalam, tulisan dan gambar di postingan Ade tentang makanan yang ada di kawasan simpang gallon, membuat kelenjar saliva saya mengeluarkan air ludah dan ingin segera kembali kesana, dan menyicipi semua makanan yang tersedia, tapi bengkak di kaki saya langsung mengingatkan, saya sedang kesakitan karena asam urat. Sedangkan tulisan bang Tommy tentang warung kopi yang wajib di kunjungi di Banda Aceh, membuat saya ingin menjadi penikmat kopi, eh sanger saja.

Nah, dari semua tulisan tadi, ada juga beberapa tulisan yang saya anggap hanya sebagai pelengkap penderita saja dalam kompetisi ini, tulisan Jalan Jalan seharian di Banda Aceh ini misalnya, sangat tidak layak untuk menang dan kalaupun menang, berarti keberuntungan saja🙂

Ka sep dilee, ka abeh ie lam glah.

6 thoughts on “Ternyata Banda Aceh kaya dengan Objek Wisata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s