Cara cara Korupsi :)

Dengan pengawasan yang super ketat, mustahil rasanya pejabat2 di negara kita bisa korupsi. Tapi setelah semalam ngobrol dengan kawan yang bekerja di bagian konstruksi, cerita bagaimana trik trik korupsi kembali di paparnya.

Menurut dia, banyak sekali cara2 korupsi yang dilakukan di negara ini, yang paling ringan misalnya korupsi waktu, janji rapat jam 9 tapi hadirnya jam 10. Yang lebih berat termasuk korupsi barang kantor, misalnya mobil dinas dipakai untuk acara keluarga, tidak merusak mobil memang, tetap saja itu penggunaan wewenang yang tidak pada tempatnya.

Mengenai korupsi seperti ini, seorang pejabat negara skandinavia yang melakukan kunjungan kerja ke indonesia pernah berujar „kalau saya jadi pejabat di indonesia, tidak di gaji pun saya mau, karena semua fasilitas sudah ada;“ dan memang perkataanya memang benar adanya. Baru menjabat jadi kasie saja sudah punya sopir khusus, mobil khusus, fasilitas khusus, dan sebagainya, enaknya jadi pejabat di negara ini.

Untuk korupsi lebih berat, ini semua orang juga tahu, karena memang beritanya kerap muncul di TV. Namun pertanyaan yang sering mucul, „kok bisa ya?“ „gimana caranya“? „kok tega ya?“ hmmm untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, saya akan coba tulis teori bukan konspirasi yang saya buat sendiri hasil baca baca dan Tanya Tanya dengan mereka yang concern dengan masalah ini.

Pertanyaan“kok bisa ya?” sebenarnya dimaksudkan sebagaI „kenapa orang bisa korupsi“. Nah, kenapa seseorang bisa korupsi diperkirakan karena beberapa hal yang sebenarnya sudah lumrah dan banyak di ketahui. Pertama karena kebutuhan: orang yang butuh makan akan berusaha mengkorup makanan yang ada di depannnya biar ia tidak lapar, seperti orang yang buka puasa, semuanya ingin dimakan walau kemapuan perutnya belum tentu bisa menampung semua makanan yang diinginkannya. Kata lain untuk ini mungkin adalah nafsu.

Contoh lain tentang teori kebutuhan adalah orang yang korupsi waktu, pegawai yang semalaman bergadang akhirnya harus bangun telat sehingga ia terlambat ke kantor. Waktunya sudah di korup karena memang ia butuh untuk tidur.

Jika orang korupsi bukan karena sebab pertama tadi, sudah barang pasti masuk ke kategori kedua: karena gila. Gila secara umum didefinisikan sebagai ketidak mampuan orang untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang menyimpang dari budaya atau azas kebenaran, serta menganggap prilaku yang dilakukannya itu benar walaupun sebenarnya salah. Orang yang berhalusinasi misalnya, Ia selalu yakin seyakin yakinnya bahwa ia mendengar sesuatu yang orang lain tidak mendengarnya. yang lebih parah, mereka yang punya waham kebesaran bisa menganggap dirinya sebagai orang besar, presiden, titisan sukarno dan sebagainya, walau saat itu ia jelas jelas sedang di rawat di rumah sakit jiwa.

Teori gila ini cocok di alamatkan ke mereka yang menghalalkan segala cara untuk bisa korupsi, dan ini terjadi di semua level atau posisi manusia. Ada mahasiswa yang tidak pernah merasa yakin akan jawaban ujiannya sebelum ia menyotek atau melihat kopean. Ada pejabat yang selalu ingin menyembah atasan dan banyak atasan yang ingin di sembah. Jika tidak, maka ia resah dan gelisah karena tidak diperhatikan, dan kasus seperti ini cukup banyak.

Teori gila ini banyak ditemui dalam kasus-kasus korupsi yang akhir-akhir ini berakhir di meja hijau. Gayus misalnya, jelas-jelas ia tahu bahwa yang ia lakukan itu salah, tapi ia tidak pernah merasa salah sedikitpun. Persis pasien jiwa yang berhalusinasi tadi.

Menurut cerita kawan semalam, hampir tidak ada hal yang dilakukan dalam pemerintahan indonesia sekarang yang tidak disertai dengan korupsi, atau lebih luas KKN. Untuk bisa dapat sebuah proyek fisik (pembangunan, yang biasanya harus melalui tender) seorang kontraktor harus memberikan fee minimal 30% untuk dinas terkait. Misal ada proyek pembangunan gedung di dinas A sebanyak 1 M, maka sebelum proyek itu ia peroleh, ia harusmenyetor DP ke dinas tersebut sebanyak 30% dari 1M tadi yaitu sekitar 300 juta. Uang 300 juta ini kemudian di bagi2 untuk ka dinas, pejabat2 sekitar hingga bupati atau kepala daerah. Uang tersebut juga digunakan untuk menutup mulut pengawas keuangan dan sebagainya, hingga wajar jika bangunan yang di bangun tersebut rusak karena tidak sesuai dengan standar yang sebelumnya direncanakan, maka semuanya tutup mulut karena semuanya ikut menikmati uang tersebut.

Cara korupsi lain yaitu dengan proyek fiktif. Misal ada dinas yang bertanggung jawab untuk pemberian bantuan bagi anak miskin misalnya, mereka punya lengkap nama anak dan tanda tanggannya dan uangpun di cairkan, sedangkan si anak yang namanya tersebut tadi tidak pernah menerima uang tersebut, atau malah anaknya tidak ada sama sekali, hanya namanya saja yang tertulis di kertas.

Cara lain adalah dengan mengandalkan posisi. Misalnya ada training untuk kelompok tani tertentu yang dananya berasal dari pihak asing (yang biasanya susah untuk di korup), cara korupsinya lebih licin lagi, setelah para trainee atau orang yang akan di training, di undang untuk di latih, kadang latihannya di perpendek harinya, misalnya di proposal dituliskan sebanyak 1 minggu, maka trainingnya hanya dilakukan sebanyak 5 hari dan para petani ini hanya di bayar 5 hari, sisa 2 hari anda tahu sendiri lari kemana.

Selain dengan cara seperti itu, ada juga yang hanya numpang nama dan dapat uang, misalnya untuk training untuk petani tadi dilakukan oleh dinas tertentu, sudah barang tentu yang melaksanakannya hanya beberapa orang, namun sering mereka yang tidak terlibat juga dimasukkan namanya agar ia juga dapat uang, seringnya ini adalah atasan atau kepala kantor. Posisi mereka di program training ini sering sebagai pelindung atau koordinator, padahal mereka tidak pernah ke lapangan bahkan sering tidak tahu apapun tentang training yang dilakukan, namun karena ia atasan, maka ia juga berhak dengan uang training anak buahnya.

Hmmm…capek nulis tentang korupsi, ntar kalo korupsi juga masuk ICD 11, bisa penuh RSJ

 

Peace🙂

One thought on “Cara cara Korupsi :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s