Q1: Gangguan Jiwa itu gimana ya?

Pertanyaan 1:  Yang dimaksud dengan gangguan jiwa itu gimana ya?

Jawaban
Pertanyaan ini sangat sering dipertanyakan. Untuk menjawabnya, harus dipilah dulu jenis gangguan jiwa yang dimaksud, karena gangguan jiwa sangat luas; mulai dari yang ringan seperti phobia, hingga yang berat seperti skizophrenia. Memang bagi kebanyakan orang, gangguan jiwa atau gila dianggap hampir semuanya sama, padahal dalam ilmu psychiatry, gangguan jiwa sangat banyak jenisnya.

Untuk menjawab mengenai kenapa orang bisa gila, baiknya kita memahami dulu apa yang dimaksud dengan kesehatan mental itu sendiri. Selanjutnya definisi mengenai gangguan mental serta cakupannya juga akan didiskusikan.

Jiwa atau mental yang sehat tidak hanya berarti bebas dari gangguan jiwa. Seseorang bisa dikatakan jiwanya sehat jika ia bisa dan mampu untuk menikmati hidup, punya kesimbangan antara aktivitas kehidupannya, mampu menangani masalah secara sehat, serta berprilaku normal, wajar sesuai dengan tempat atau budaya dimana dia berada. Orang yang jiwanya sehat juga mampu mengekpresikan emosinya secara baik dan mampu beradaptasi dengan lingkungannya, sesuai dengan kebutuhan.

Berdasarkan defenisi diatas, sekilas mungkin bisa disebutkan bahwa gangguan jiwa adalah kebalikan dari keadaan diatas. Secara lebih detil, gangguan jiwa bisa dimaknai sebagai suatu kondisi medis dimana terdapat gejala atau terjadinya gangguan patofisiologis yang menganggu kehidupan sosial, akademis dan pekerjaan. Gangguan tersebut bisa berbentuk apa saja yang beresiko terhadap pribadi seseorang dan lingkungan sekitarnya.

Contoh ektreme yang sering kita lihat dari gangguan jiwa ini adalah mereka yang menderita skizophrenia. Mereka sering bicara sendiri, tertawa sendiri, cepat tersinggung atau marah sehingga tidak bisa ikut dalam kegiatan sosial, nah pada keadaan ini, orang tersebut bisa saja didiagnosa menderita gangguan jiwa.

Contoh gangguan jiwa ringan yang sebenarnya banyak terjadi, namun sering dianggap masalah sepele adalah phobia. Takut ketinggian atau acrophobnia misalnya, sebenarnya masalah sepele, namun akan berdampak negatif apabila si penderita diharuskan untuk bekerja di tempat yang tinggi, misal menjadi pegawai di sebuah perusahaan yang kantornya ada di lantai 8 sebuah gedung. Ada penderita phobia yang harus rela kehilangan pekerjaan yang sebenarnya sangat ia impikan tapi tidak bisa diterimanya karena masalah seperti tadi. Kasus seperti ini juga contoh dari efek negatif  gangguan jiwa terhadapt diri sendiri.

Mereka yang Menderita gangguan jiwa berat seperti depresi sudah pasti menghadapi perhara hidup yang lebih sulit dibandingkan orang yang masih normal. orang depresi bisa saja kehilangan pekerjaan, diejek, intimidasi, hina, yang berahir pada kehilangan kepercayaan diri, kehilangan harta, kehilangan keluarga bahkan banyak yang kehilangan nyawa karena bunuh diri.

Nah, sekali lagi, untuk mengetahui apakah seseorang punya masalah kejiwaan, ini bisa dimulai dengan bertanya “apakah saya hidup normal seperti orang di lingkungan saya, apa ada perilaku saya yang menyimpang, merusak, atau merugikan diri sendiri dan orang lain”. Diagnosa gangguan jiwa oleh dokter juga umumnya berdasarkan wawancara dengan pasien dan keluarganya. Beberapa negara maju juga telah memasukkan seraingkaian pemeriksaan otak (scan) dan pemeriksaan zat kimia tubuh untuk menegakkan diagnosa gangguan jiwa.

Selanjutya, apakah orang yang punya gangguan jiwa bisa sembuh? simak terus tulisannya🙂

Möersalin

10 thoughts on “Q1: Gangguan Jiwa itu gimana ya?

  1. Pingback: Kenapa orang gila suka tersenyum, bicara dan tertawa sendiri? | Moersalins and his world

  2. “apakah saya hidup normal seperti orang di lingkungan saya?” normal itu yang bagaimana? Lahir – tumbuh – sekolah – menjadi PNS (klo ortuya PNS) – menikah – punya anak – dan seterusnya dan seterusnya?

    Jadi inget dlu pernah dibilang “gila” hanya karena memiliki jalan hidup yg berbeda dengan orang kebanyakan di lingkungan saya😀

  3. Mau numpang cerita dong.. Saya berumur 15 tahun, sma kelas 1. Karena terobsesi menjadi psikolog sejak smp saya suka membaca blog yang berhubungan dengan dunia berbau psikologis dan sebagainya. Sampai suatu saat saya mengenal bipolar disorder. Saya bercermin dan menyadari bahwa saya tidak seperti teman sebaya saya yang lain. Biasanya anak seumuran saya berpindah mood karena alasan. Berbeda dengan saya yang mudah berubah mood dengan sendirinya dan bahkan dari mood yang bagus bisa menjadi sangat depresi. Saya takut. Bingung juga. Apa saya benar benar terkena gangguan jiwa?

  4. Pingback: Kenapa orang gangguan jiwa suka tersenyum, bicara dan tertawa sendiri? | situnis.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s