Kenapa orang gila suka tersenyum, bicara dan tertawa sendiri?

Pernahkah anda bertanya, kenapa orang yang kita sebut “gila” suka tersenyum sendiri? Suka tertawa sendiri? Atau bicara sendiri? Apakah mereka dimasuki makhluk halus? Atau punya dunia sendiri?

alue 2Kenapa ada orang gila yang mengamuk, memukul orang, hingga membakar rumah? Apakah mereka juga dimasuki roh hauls?

Jawabannya adalah tidak.

Dalam ilmu kesehatan jiwa modern, roh atau makhluk halus bukan bagian dari jawaban, walau dalam ilmu ini ada juga jenis gangguan jiwa yang belum bisa dijelaskan atau diketahui penyebabnya, tapi para ilmuan barat tidak menjadikan hal gaib sebagai jawaban dari prilaku aneh penderita gangguan jiwa.

Jadi, apa juga sebabnya? baca kelanjutannya

Semua prilaku yang ditunjukkan oleh pasien jiwa, mulai dari tersenyum, tertawa atau bicara sendiri, hingga prilaku agresive seperti mengamuk, membakar dan membunuh sesungguhnya berasal dari satu sebab, yaitu halusinasi .

Nah, apa itu halusinasi?

tulisan selanjutnya tentang “defenisi dari gangguan jiwa” bisa dibaca disini.

30 thoughts on “Kenapa orang gila suka tersenyum, bicara dan tertawa sendiri?

  1. saya mungkin mengalami kegilaan. saya suka berhalusinasi orang mentertawakan saya. saya suka berhalusinasi seperti penonton yang melihat saya. saya berhalusinasi ditertawakan, dicemooh, di hina. kalo dilihat secara genetika, saya merasa orang tua saya pun mengalami hal yang sama. namun dia tidak berani untuk mengungkapkan sehingga terperangkap dalam kondisi tersebut sampai tua. ini hanya halusinasi saya saja.

    apakah saya sakit jiwa

  2. perawakan saya tinggi besar, dan wajah saya seperti anak-anak, mungkin ini yang mengakibatkan orang lucu melihat saya. lagi-lagi saya berhalusinasi.
    penghinaan terus terasa, baik sendiri atau dalam bergaul di sosial.
    kata teman-teman saya, saya suka bicara sendiri ketika dikelas.

    • ko sama kaya saya, saya sering ngomong sendiri, kadang kepergok oleh tmn saya, tpi kdng klo byk orng ngomong” sendirinya saya tahan, karna msh ad perasaan malu, tpi klo sepi sering” ngomong” sendiri.. trs klw d tmpt umum malah jiwa saya terus-menerus dikuasai oleh halusinasi yg beranggapan bahwa semua org memperhatikan saya, berkata tdk baik tentang saya, dll yg tdk bs sya sebutkan…

  3. dan sifat saya yang agresif yang mungkin menolong saya ketika saya gila dilihat orang sebagai bentuk perilaku yang agresif saja. dan sering saya berkilah berpura-pura sadar menjadi orang waras agar tidak dikira orang saya gila

  4. tapi saya berpikir, entah kondisi apapun itu, beberapa orang pun pernah berkata, : sakit jiwa kita ( karena kondisi entah itu karena tekanan, masalah-masalah sosial, ) lalu sya pun berpikir, mungkin bukan saya saja yang gila, orang pun mengalami hal yang sama, karena mendapatkan tekanan, dihadapkan dengan masalah-masalah sosial, masalah ekonomi, hubungan relasi , dan seterusnya.
    kalo orang lain mengalami hal yang sama, berarti apa yang saya rasakan adalah normal.
    tapi, dalam kondisi apapun, saya masih tetap berusaha untuk sadar-sesadar-sadarnya untuk tidak tertawa sendiri, senyum-senyum sendiri lebih tepatnya. untuk tidak mengalami perasaan ditertawakan.
    atau..apakah orang yang mentertawakan saya yang sebetulnya gila
    karena sebenarnya saya normal-normal saja ketika saya tidak terbawa perasaan itu seperti manusia yang mempunyai intuisi, feeling, sixth sense. saya kadang-kadang terbawa intuisi orang mengejek saya.

  5. terima kasih kawan, sudah mau menjadi tempat bercerita saya. saya pun punya kekhawatiran orang lain akan mengetahui identitas saya. yang saya rahasiakan. semoga dengan berterus terangnya saya ini tidak menjadikan orang berpikir yang tidak-tidak kepada saya, karena kalau mereka melihat ini, tentunya mereka pun berpikir bahwa itu hanyalah kegelisahan saya saja terhadap perasaan-perasaan yang menghantui saya walaupun mungkin sebetulnya perasaan-perasaan itu sebetulnya tidak ada.

    saya tidak gila.. saya tidak gila
    saya hanya butuh teman untuk bercerita saja
    terima kasih kawan..

    in solidarity…( atas nama solidaritas..)

    • Kami mengerti perasaan saudara, dari yang anda ceritakan, sepertinya memang anda punya masalah dengan kepribadian anda, tapi jangan khawatir, karena semua orang punya masalah tersebut. jika ada yang bisa kami bantu, silakan ditulis disini..

  6. ya semua orang sudah gila karena tekanan sosial, masalah pekerjaan, budaya masyarakat, budaya bersosialisasi dsb dsb. belum lagi yang pengangguran, iri melihat orang, sukses dalam pekerjaan, karir dan cinta,
    memang asu
    belum di sisihkan dalam pergaulan, tidak dianggap dalam lingkungan, karena memandang status sosial, pekerjaan, gimana ga stress
    trus kalo ditanya, memang anda pengen di posisi mereka? ya tentu saja.!
    andai saja, kita di ajak, dirangkul.. karena kita tak mungkin sendiri berjuang !
    semua harus bersama-sama !
    mana ada yang sendiri-sendiri !
    belum lagi orang melihat bentuk kepribadian kita, memandang sebelah mata, menjelek-jelekkan , apalagi semua itu dialami sendiri !!!!
    rasanya pengen kubenturkan semua kepala orang-orang yang tidak membantu kita dalam berhasil.
    saya sakit hati dengan lingkungan dan hidup saya !

  7. setidaknya dengan saya bercerita dan berterus terang ini membantu..
    mencoba tarik nafas dalam-dalam dan melepaskan segala emosi ini,,
    rasanya ingin saya langsung konfrontir dengan orang yang bermasalah dengan saya,
    tapi saya takut efek yang ditimbulkan, berhubungan dengan keluarga orang yang kita kasihi.. bisa saja dia menceraikan kakak kita karena saya konfrontir dengan dia
    karena kita tak ingin hal buruk terjadi dengan kakak kita karena keberanian kita.
    karena itulah saya sakit hati dan tidak berani dengan dia.
    karena keluarga kami sudah berantakan, jika kakak saya pun diceraikan maka akan tambah berantakan lah semua nya. ini lah yang saya jaga selama ini. yang di nilainya sebagai orang yang “sangat takut” dan menjaga hubungan.
    tapi apa lah daya orang itu pun tak mengerti.

    • semua yang anda bicarakan 10000% sangat mirip dengan saya, ku pikir hanya saya satu manusia yang berperilaku paling aneh di bumi ini

  8. saya adalah seburuk-buruknya kondisi kesejahteraan manusia.
    waktu kecil di siksa ayah, dipaksa ini dipaksa itu, harus menurut ini, harus menurut itu, pernah diusir dari rumah ketika berumur 7-8 thn.. karena aku pulang magrib setelah bermain dengan kawan-kawan.,( aku tidak akan pernah lupa kejadian itu) sadis ayahku. beranjak menengah ortu cerai,mungkin itu juga yang dirasakan ibu saya. kemudian pindah ke ujung timur indonesia untuk melanjutkan sekolah, setelah itu kuliah hidup dengan ibu tiri, kmudian bertengkar dan ngekos dengan berpindah-pndha tempat kurang lebih s/d skrg 11 thn.hidup sendiri. mendapatkan beban seolah-olah saya ini harus berhasil untuk melanjutkan tradisi keturunan keluarga. padahal, keluarga saja tidak punya, semua sudah sibuk dengan urusannya, baik ayah ataupun ibu. manusia hanya bisa berusaha, tidak menentukan berhasil atau tidak. lalu mendapatkan secerca kesenangan dengan mendapat pacar, lalu kemudian berbuah bencana juga, dengan aborsi. tidak pernah mendapatkan pekerjaan yang lebih dari 3 bulan. hidup dengan meminta kiriman. malu untuk mencari uang karena didikan untuk mementingkan harga diri ketimbang uang. oh tuhan….
    bagaimana akan merencakan pernikahan, pacar saja tak punya, jangankan pacar, pekerjaan pun tak punya.
    tapi setidaknya saya lepas.. melepaskan segala beban ini, beban pikiran, beban yang menumpuk di pikiran saya untuk saya tuliskan di selembar kertas elektronik yang sebebas bebasnya saya tuliskan untuk tidak menambah beban itu lagi.. saya luapkan semua perasaan itu .. pergilah engkau beban…karena aku tak ingin engkau ada ketika aku berusaha bangkit lagi
    saya simpankan segala tulisan ini menjadi beban yang terukir nyata ! di sekotak kertas putih ini yang bernama blogspot…milik seorang sahabat yang mau membantu melihat dan menguburkan semua beban-beban ini….sedalam-dalamnya sehingga hilang ditelan bumi… seputih cahaya bayi yang baru lahir,,

    • saya mengerti keadaan anda dan keluarga, sepertinya sangat sulit, tapi saya malah salut dengan anda, karena sampai sekarang masih bisa bertahan, walau berbagai ujian telah anda hadapi sejak kecil. ingat, tidak semua orang bisa sekuat anda dalam menghadapi masalah hidup.

      iya, inilah fungsi media sosial, dimana kita bisa berinteraksi dan membatu satu sama lain.

      silakan menulis semua keluh kesah anda disini….jangan ragu, karena dengan menulis, perasaan anda bisa lebih baik…

      kami tunggu curhatan selanjutnya🙂

  9. saya hanya sering dibilang aneh sih, apa termasuk gila juga ya pak hehehe
    kl ortu saya sering marah karena masalah sepele, apakah gejala gila atau memang dementia?

  10. assalamualaikum, saya ingin bertanya berkenaan anak saudara saya . dia merupakan seorang yang terpelajar maksudnya belajar sehingga ke universiti, masaalahnya sekarang dia kelihatan tidak terurus suka ketawa apabila orang lain berbicara walaupun itu tidak kelakar , suka senyum sendirian , keadaan fizikalnya juga tidak terurus, seperti orang gila , tetapi dia bisa mengingati tentang diri sendiri ,keluarga dan bisa pergi kemana saja dan bisa pulang kembali kerumah sendiri atau pun rumah saudara di mana saja, soalannya apakah dia ini sudah gila atau pun mengalami gangguan emosi dan bagaimanakah cara untuk mengubatinya. terima kasih.

    • waalaikum salam,
      sebelumnya saya turut berduka cita atas apa yang saudara anda alami, semoga keadaannya get better soon.
      membaca informasi yg anda berikan, sepertinya anak saudara anda sudah mengalami gangguan jiwa berat, jadi sebaiknya segera di bawa ke psikiater (psychiatrist) atau ke psychiatric hospital. karena semakin cepat di ubati, niscaya prognosisnya lebih baik.

      satu hal lagi, gangguan jiwa tidak berarti gangguan intelejensi. mereka tetap bisa berfikir, belajar, bekerja dan sebagianya, yang terganggu adalah jiwanya. banyak orang yang mengalami gangguan jiwa bisa tetap kuliah malah ada yang menjadi professor. jadi bukan berarti orang yang kuliah di university tidak mengalami gangguan jiwa, justru sebaliknya kelompok ini adalah kelompok yang rentan terhadap masalah emosional.

      semoga membantu

  11. bagaimana dgn seseorang menganggap orang lain itu tuhan, padhal org tersebut tak pernah mengakui dirinya tuhan, padahal kehebtan nya berasal dr tuhan . . . Apakah termasuk gila?

  12. Assalamualaikum,
    saya juga sering berbicara, marah, dan ujung2 nya nangis sendiri. Biasanya itu terjadi ktka saya sedih. Ktika saya tdk bs melakukan/mendapatkan apa yg dilakukan/didapatkan orang lain. Stlh merasakan sedih, berlanjut ke perasaan marah. Saya memarahi diri saya sendiri, biasanya kata2 yg trucap adlh “wajarlah si anu itu bisa.krn dia kaya, dia gagah, dia pintar”.
    Dan stlh otak saya menyadari bahwa saya memang pantas menderita krn saya tdk punya kelebihan sprti org trsbt, barulah saya menangis dan dilanjutkan berdo’a kpd Allah SWT smoga Allah memudahkan semua urusan saya didunia.
    Stlh proses itu lengkap terjadi, barulah saya bisa mrasa biasa saja sprti sblm nya.

  13. Gagal dalam hidup itu biasa saja dan tidak perlu menjadi gila biarlah orang berkata kurang waras atau gila karena kata kata itu bagus bagi saya itu akan membakar dosa saya sepaerti api mambakar kayu dimana ada suatu guarante seperti ini kecuali ada ijin dari nabi muhamad inilah suatu yg saya pegang ucapannya itu nabi. Nabi ini sudah terbukti kepemimpinannya dan saya sangat percaya setelah saya buktikan bahwa memang setelah saya bakar kayu itu dengan api langsung amsiong alias abis.saya percaya karena nabi yg satu ini secuilpun tidak pernah bohong dan walaupun tidak pandai namun cerdas dalam strategi,dan sayapun akhirnya sangat senang sekali karena guarante itu.terasa mantab coy lidah lo pada wakakakak huahahahahahaaa…

  14. saya tidak gila, tapi saya sering berfikir untuk mengahiri hidup saya. memang saya punya beberapa masalah, tapi sampai detik ini saya tetap bertahan entah untuk apa. saya terlahir dari keluarga sederhana, sehingga ketika kuliah saya mulai iseng dekat dengan seseorang hanya demi mendapatkan kehidupan yang lebih layak. uang mudah saya dapatkan, tapi lama2 saya merasa hampa. sampai akhirnya saya bertemu dengan seseorang yang menyenangkan, bukan lagi harta yang saya cari darinya, tapi kenyamanan. tapi seseorang itu ternyata sudah punya pasangan, sehingga seringkali saya makan hati karna kenyataan. berkali-kali saya berniat menjauh darinya, tapi saya selalu takut kesepian jika tidak lagi dekat dengannya. ditengah kemelut perasaan seperti itu, beban kerja saya semakin tinggi, setiap saat saya ditekan oleh atasan. saya ingin resign dari tempat kerja, tapi saya takut cibiran orang jika saya bekerja ala kadarnya, karna saya tau orang tua saya bergantung pada saya dan mereka bangga terhadap pekerjaan saya sekarang.
    sekarang saya sungguh lelah dengan jalan hidup saya. saya seringkali menyesal telah memutuskan hubungan dengan pacar saya semasa SMA. karna sampai sekarang saya tidak menemukan lagi laki2 sebaik dia. belum lagi secara finansial dia sangat mendukung. jika melihat jalan hidup saya yang sangat melelahkan seperti ini, saya terlalu teringat dengannya.

    • saya mengerti perasaan yang anda alami, sangat bagus anda masih memikirkan keluarga disaat anda punya masalah yang banyak. kalau saya boleh saran, baiknya anda mencoba untuk mencari jalan keluar dari maslaah tersebut, karena berfikir untuk mengakhiri hidup bukan sesuatu yang baik disaat orang lain, dalam hal ini keluarga sangat bangga dengan anda dan sangat tergantung dengan anda. seandanya mau terbuka lagi, dan mau menyelesaikan masalah yg anda punya. saya yakin kehidupan anda bisa lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s