Seberapa sehatkah masakan aceh? Part 1: Timphan

Beberapa hari yang lalu, pada sebuah media lokal, kepala dinas budaya dan pariwisata aceh berujar, “masakan aceh hanya dua, enak dan enak sekali”, Benarkah? Sebagai penggemar masakan aceh, saya sangat setuju. Namun, pernahkah kita berpikir, seberapa sehat masakan masakan yang kita banggakan tersebut?

Well, saya akan coba tuliskan beberapa masakan aceh serta seberapa jauh masakan2 tersebut bermanfaat atau merugikan kesehatan kita.

Dibalik kemanisan timphan.
Saya yakin semua pembaca tahu dengan timphan, dibuat dari tepung, pisang atau labu, dan dipermanis oleh “asoe kaya” yang pastinya dari gula dan telur.
Rasanya? Enak, lazis dan manis tiada tara, seperti Kue Kue asal aceh lainnya yang terkenal manisnya. Jika ada Kue dari daerah lain yang semanis timphan, mungkin hanya baklava, Kue kering asal turki. Saat tinggal di jerman dan saya tiba2 ngidam timphan, maka baklava lah pilihan saya, harganya sebiji 1 euro, sekitar 12 ribu rupiah, ukurannya sedikit lebih besar dari timphan, tapi saya Suka manisnya.

Balik ke topik, seberapa sehatkah timphan?
Sebenarnya tidak ada masalah dengan Kue yang di balut dengan oen Pisang ini, tapi rasa manis yang luar biasa sebenarnya kurang bagus untuk kesehatan. Rasa manis yang terlalu kuat ini bisa menyebabkan orang yang gemar memakannya menderita diabetes atau penyakit kencing manis.

Jadi, jika memang anda penggemar berat timphan, sebaiknya mulai sekarang jumlahnya harap dikurangi, atau jika timphan itu dibuat sendiri, maka kurangilah kadar gula yang dicampurkan kedalam adonan untuk membuat asoe kaya.

Dan, jika timphan ini hendak dijadikan salah satu ikon makanan dalam menjual parawisata aceh, sebaiknya dipikir Ulang. Jika timphan di promosikan kepada wisatawan Nusantara yang memang banyak Suka cemilan rasa manis, mungkin akan laku, tapi jika hendak dijual untuk wisatawan luar negeri, aparagi mereka yang berasal dari eropa (kecuali turki), saya kurang yakin akan berhasil, karena memang awak bulek kurang Suka dengan makanan yang terlalu manis, Dan kedua mereka sadar betul bahwa makanan yang terlalu manis itu tidak bagus untuk kesehatan mereka.

Hmmm..tapi, selesai nulis ini, saya Jadi pingin timphan…:)

8 thoughts on “Seberapa sehatkah masakan aceh? Part 1: Timphan

  1. Makanan yang enak memang tidak selalu sehat ya. Masakan daerah yang dimasak nyak-nyak sampai masakan yang dimasak oleh chef sekalipun meski kelihatan menarik dan mewah belum tentu baik untuk kesehatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s