Subsidi BBM vs subsidi Kesehatan. Mana yang harus diutamakan?

Sadarkah kita bahwa dari setiap liter premium yang kita isi kedalam tangki sepeda motor atau mobil setiap hari, ada uang negara sebesar 4000 s/d 6000-an per liternya? Harga premium subsidi Saat ini adalah Rp 4500, sedangkan BBM tanpa subsidi seperti pertamax adalah sekitar Rp 9000-an, Jadi bisa dikurangi sendiri berapa besar subsidinya. Katakan saja besarnya uang negara dalam minyak tersebut adalah 4500 per liternya, maka jika kita mengisi 3 liter saja dalam tangki motor, ada sekitar Rp 13.500 yang kita pakai. Angkanya akan lebih besar jika diisi ke tangki mobil, katakan 30 liter saja, maka hitung sendiri betapa banyak uang negara yang dibakar (percuma).

Well, jika yang membakar percuma tersebut adalah mereka dari kelas ekonomi bawah, mahasiswa, pedagang asongan, mungkin mereka layak untuk itu, namun jika yang bakar adalah pejabat, pengusaha, yang uangnya lebih dari cukup untuk membeli BBM non subsidi, ini kurang ajar namanya.

BAKALAN BANGKRUT
Dan jika subsidi ini terus menerus dilakukan pemerintah, mungkin negara ini akan menuju kebangkrutan. Bayangkan untuk tahun 2013, ada sekitar 308 triliilun rupiah uang negara yang dipersiapkan untuk membeli BBM subsidi ini. Bayangkan lagi jika uang sebanyak itu digunakan untuk memberikan subsidi kesehatan Dan pendidikan, saya yakin tidak akan ada lagi warga negara ini yang harus berutang kesana kemari Saat harus masuk rumah sakit. Prinsip “orang miskin dilarang sakit” akan terhapus segera karena semuanya bisa disubsidi negara.

Jika uang ini juga digunakan untuk pendidikan, tak akan ada lagi istilah “tidak sanggup bayar SPP’, apalagi istilah “putus sekolah”, semua anak bangsa bisa sekolah dengan biaya yang rendah, hingga ke bangku kuliah.

Alihkan ke kesehatan
Menurut hemat Kami, pemerintah harus berani dengan tegas untuk menaikkan harga BBM.Tidak harus dengan frontal,  sedikit demi sedikit, jangan takut di demonstrasi, apalagi sampai takut partainya hilang pamor, karena ujungnya juga demi keselamatan bangsa.

Gunakan uang tersebut untuk pembiayaan kesehatan, karena biaya kesehatan di Indonesia masih dibawah 5% dari APBN, padahal setidaknya 15% seperti pernah disarankan dalam sebuah konferensi negara-negara berkembang beberapa tahun lalu.

Kenapa kesehatan? Kenapa tidak pembangunan jalan atau pendidikan? Alaskan kasarnya, karena dengan orang sehat, dia bisa sekolah, bisa kuliah, dan bisa bekerja. Jadi jika uang terlalu banyak diberikan untuk pendidikan (Baca: Pendidikan Gratis) sedangkan muridnya sakit (Baca:tidak ada biaya berobat), maka sekolah akan tetap kosong.
Begitu juga jika uangnya diberikan terlalu banyak untuk pembangunan, maka pekerjaan itu juga tidak akan lancar, karena para buruh pekerja juga sakit. Intinya. Berikan rakyat dulu kesehatan, mereka akan belajar dan bekerja untuk membangun negara.

Terakhir, untuk mengurangi ketergantungan kita Pada BBM, sebaiknya mulai Saat ini kita menggunakan sumber energi yang Selalu ada, matahari, panas bumi, angin misalnya.
Pertanyaannya, relakah para kapitalis membiarkan bangsa kita mandiri?

Hmmmm
Geureugok, 03.01.2013.

One thought on “Subsidi BBM vs subsidi Kesehatan. Mana yang harus diutamakan?

  1. Menurut hemat Kami, pemerintah harus berani dengan tegas untuk menaikkan harga BBM <- Setuju sekali!
    Selama masih ada subsidi ya orang2 yang mampu bakalan tetap pakai bbm bersubsidi. Kalau gak dipaksa pakai bbm non subsidi ya gitu terus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s