Boncengan duduk ngangkang, kok dilarang?

Tiba tiba, isu pelarangan perempuan berboncengan sambil duduk ngangkang yang peraturannya baru akan dikeluarkan Oleh pemerintah Kota lhokseumawe minggu depan menjadi heboh di dunia maya, khususnya di Twitter. Hastag #ngangkang menjadi banyak dicari. Ada apa sih dengan boncengan yang dalam bahasa aceh sering Kami sebut “duek pheng” ini?

Well, sebelum menulis, saya Coba tanyakan kepada perempuan, yang kebetulan menjadi objek pelarangan, tapi sering juga #ngangkang Ketika saya bonceng, istri saya sendiri.

Awalnya saya minta dia sendiri untuk menulis sangsung di blog nya, tapi dia merasa ini Bukan sesuatu yang wah untuk dihebohkan. So, kalo gitu saya aja yg kasih orekan.

Masih direncanakan.
Terlepas Dari hebohnya pemberitaan di berbagai media nasional, pelarangan duduk #ngangkang bagi perempuan yang dibonceng masih berupa rencana, bahkan belum di sosialisasikan. Sang walikota malah mengaku akan mendiskusikan rencana ini dengan berbagai elemen masyarakat, Jadi jangan apa apa hboh dulu.

Selanjutnya, judul yang diberikan media media nasional tersebut seolah olah kejadian ini terjadi di seluruh aceh, padahal hanya di kota lhokseumawe. Ketiga, sikap para perempuan aceh, yang dalam Hal ini menjadi objek, justru biasa2 aja, kenapa orang luar yg heboh? Seolah2 rencana, sekali lagi masih rencana, ini sangat mengusik mereka? Ingat, perempuan aceh Bukan orang yang bodoh Dan mudah dihasut, ilmu silence policy yang pernah di praktikkan tjoet nja dhien Ketika merayu teuku umar masih sering di praktikkan mereka hingga kini, Dan hasilnya? Mereka menang.

Baiknya kita tunggu saja apa yang akan terjadi. buat mereka yg ingin hastag #ngangkang Jadi TT, itu mungkin bagus, biar sekali lagi aceh terkenal🙂, (walau saya lebih setuju hastag #duekpheng, yang Naik Daun), tapi menanti sambil terus mengamati adalah langkah yang Baik untuk dilakukan, semoga para pembuat kebijakan memutuskan yang terbaik untuk kita.

Plus minus duduk #ngangkang.
Menurut hemat saya, duek pheng alias ngangkang ini ada plus minusnya.
sisi plusnya: Perempuan, dalam Hal ini istri saya, mengaku merasa duduknya lebih nyaman “duek pheng” Saat saya bonceng  dibandingkan dengan duduk menyamping, kecuali Ketika dia sedang pakai rok yang memang tidak mungkin untuk duduk ngangkang.

Duduk seperti ini juga lebih nyaman Ketika harus melakukan perjalanan jauh, Dan jika dengan muhrim sendiri serta menggunakan pakaian (celana) yang longgar, gak ada salahnya kan?

Boncengan ngangkang juga ada sisi minusnya. Karena dianggap posisi duduknya yang nyaman, si sopir cenderung membawa sepeda motornya lebih Cepat, yang berarti resiko kecelakaannya juga meningkat.
Selain itu ngangkang ini juga dianggap Kurang sopan, apalagi juga Bukan dengan muhrim sendiri dan mungkin alasan kesopanan inilah pemkot lhokseumawe berencana membuat peraturan tersebut.

Oot dikit.
Selain itu, harus kita akui memang, ada prilaku anak2 muda yang sedang dimabuk cinta membonceng pacarnya sambil sesekali motornya di rem pakam, biar “anunya” si cewek menempel empuk di dadanya…#dosa.

Hmmmm….
Terakhir jika Bukan alasan kesopanan yang dijadikan landasan oleh pemkot lhokseumawe, tapi karena agama, saya setuju pendapat seorang dosen IAIN arraniry yang mengatakan bahwa memang tidak ada larangan perempuan untuk duduk ngangkang dalam Islam, Selama Ia memakai pakaian sopan alias tidak ketat?

Kita Bisa Baca sejarah para sahabat dan ahlul bait rasulullah yang perempuan Saat mengendarai unta, bukankah mereka duduknya juga ngangkang?
Tapi memang mereka memakai pakaian yang sopan, dengan muhrim sendiri Dan untanya tidak pakai rem cakram🙂

Wallahu a’lam

6 thoughts on “Boncengan duduk ngangkang, kok dilarang?

  1. Aku setuju sama Bu Dokto, hal ini bukanlah sesuatu yang harus dihebohkan. Karena melihat karakter orang Aceh pada umumnya dan Lhoksuemawe khususnya, peraturan seperti ini pasti akan ditanggapi sebagai angin lalu alias suum-suum ek manoek. Apalagi peraturan ini masih direncanakan untuk dibuat. Jangankan yang ‘masih direncanakan’, yang sudah ada saja banyak yang dilanggar. Contoh: ketertiban berlalu lintas dan kebersihan.😀

    • Iya, akan lebih di appresiasi jika pemerintah buat peraturan yg tidak hanya untuk kelompok tertentu, misal dilarang buang sampah sembarangan, dilarang ngerokok sembarangan, dilarang buang hajat sembarangan..hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s