Pengakuan sang Buaya Darat

SONY DSCMakhluk yang bernama perempuan itu hampir tak ada yang tak senang dengan yang namanya pujian, walau sering pujian itu hanya godaan iseng para buaya pencari aktualisasi diri. Belum pernah kutemui seorang wanitapun yang tak senang jika di bilang manis, cantik, baik hati, dan sebagainya. Belum pernah kutemui seorang dara pun yang tak “meugeudham” hatinya ketika ada lelaki yang memujinya, walau bicara isi hati adalah bicara rahasia diri, yang hanya si empunya dan empu-Nya sahaja yang tahu, tapi setidaknya kulihat raut wajahnya berubah setelah mendengar pujian itu. Mungkin yang pernah kutahu adalah perkataan seorang jilbaber yang mengaku tidak suka kalau dibilang manis, tidak suka di puji dan sebagainya, tapi begitu kameraku kusetel “on”, dia pun beraksi bak model iklan terasi yang sangat ahli, ada beda?

Rasa senang dipuji ini adalah celah yang sering kali dimanfaatkan oleh bangsa sepertiku, sang playboy kelas tinggi, dan juga kawan-kawanku sang buaya darat lainnya. Entah karena fitrah mereka diciptakan dari tulang yang bengkok? Sehingga kadang kurang bisa meluruskan mana pujian dan mana rayuan (gombal)? Atau malah itu fitrah yang sengaja ditanamkan oleh-Nya didalam setiap dada mereka untuk menjaga keseimbangan dan saling melengkapai, demi kelangsungan penduduk bumi, disaat mereka menjadi khalifah di persinggahan sementara ini? Wallahu a’lam. Terserah itu fitrah, celah atau takdir ilahi; bagi kami, itu adalah opportunity yang sering kembali ketika ada usaha dan reaksi.

Pengakuan ini kutulis bukan untuk “show up” bahwa aku adalah lelaki dengan sejuta pesona, bukan juga untuk menghina para mantan mangsa, aku hanya ingin mengingatkan kepada mereka yang belum menjadi mangsa kami, agar mereka bersiap-siap untuk dikunjungi. Namun jika mereka tidak mau menyesal di kemudian hari, agar mereka bisa menjaga diri, karena kami, kumpulan buaya darat kini mulai melebarkan sayap hingga ke berbagai penjuru negeri.

Jika dulu anda mengenal buaya darat, kini kami deklerasikan bahwa kumpulan kami tidak hanya ada di darat, tapi seperti iklan bodrex yang bisa diminum kapan saja, kami juga ada dimana saja, seperti iklan antimo, kami ada di laut, darat dan udara. Deklarasi kami sebagai ikatan buaya laut darat dan udara, punya program kerja utama untuk tahun ini, yaitu menggoda para dara-dara jelita selama 24 jam tanpa henti.

Suara kami adalah intan, rayuan kami adalah mutiara, kami hanya perlu ikatan kata-kata emas untuk menggabungkan keduanya, dan siap dikalungkan di dada anda wahai dara jelita. Ketika kami berkedip, mata kami memandang jauh kedalam angan-angan yang belum pernah anda jangkau sebelumnya. Formula kimia khusus telah kami siapkan setiap kali kami bergerak dan menguntai kata; gerak tubuh kami adalah pesona magnet yang menarik anda kedalam jangkaun rayuan kami pemuda. Senyuman kami, walau ada yang boneng, juga tak kalah mautnya. Tidak percaya?

Sebagai buaya dengan segudang pengalaman dan amunisi, kami tahu betul kapan harus menembak dan memanah tepat di hati anda wahai perawan suci. Ujung panah telah kami celupkan kedalam racun asmara yang tidak bisa membuat anda bergerak ketika ujungnya tertancap dihati, hanya ada satu penawar, dan itu rahasia tingkat tinggi!

Dan ketika anda dalam jangkauan cengkraman kami, maka anda akan kami tenggelamkan kedalam air sungai yang bermuara dari mata air di kaki gunung gombalsaki. Dan jika anda tak bisa mencegah diri dari perasaan senang atas rayuan gombal kami para lelaki, maka menjauhlah!

Tulisan iseng😀, saat mitfahren meninggalkan ku

Stuttgart 28-04-2012

5 thoughts on “Pengakuan sang Buaya Darat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s