Kenapa harus pacaran?

Tiba-tiba aku menemukan jawaban yang sebelumnya belum pernah aku pikirkan. Kemarin, saat aku terduduk manis dengan manusia manusia dari berbagai penjuru dunia di sebuah kantin kampus ibukota inggris, jawaban itu begitu saja mengalir kepermukaan.

Seperti biasa, waktu rehat siang benar-benar kami manfaatkan untuk saling mengenal satu sama lain, maklum semua baru di kelompok ini.
Diskusi awal masih berkaitan dengan kuliah yang baru saja kami ikuti, medikasi antar budaya. Awalnya ada kawan yang baru pulang dari sebuah negara di afrika bercerita kalau disana “having multiple partner” adalah sesuatu yang biasa, bahkan orang yang sudah kawin sekalipun, tidak heran memang HIV- AIDS berkembang pesat disana. Selanjutnya ada yang cerita kalau budaya “kumpul kebo” adalah hal yang lumrah di eropa dan amerika utara, kalau ini rahasia umum namanya. Bahkan ada yang dengan bangganya mengatakan, “yes I have a long relationship with my boyfriend and we have two kids now”. Aku hanya terdiam, hipotesaku selama ini rupanya makin terbukti.

Entah angin dari mana, seorang kawan berwajah Asia tiba-tiba bertanya ke aku, “kamu sudah kawin?” aku sedikit kaget, tapi mencoba santai, karena memang pertanyaan ini sangat jarang ditanyakan di belahan negara ini, tapi mungkin karena merasa sesama Asia, dia maen asal nanya saja. Dan kujawab juga apa adanya, “no, I am single”, dan kini, seluruh pasang mata di meja bundar ini menatapku, menunggu penjalasan lebih lanjut.

“Pacar?” si kawan bertanya lagi, karena belum puas dengan jawaban singkatku.
“Tidak, hmmm….
“Masa sih belum pernah, atau disana orang tidak pacaran, langsung kawin? Atau tidak kawin-kawin?” Sambungnya lagi penasaran.

“Tidak juga, tergantung orangnya, ada yang pacaran, ada yang lansgung kawin, ada yang pacaran terus kawin, ada yang pacarannya lamaaa sangat, trusbukah sebentar kemudian cerai, beda beda lah…..,
“Kalau kamu?”
“kalau aku sih mikirnya “ngapain pacaran kalau bisa nikah?” kan sama istri juga bisa pacaran??

Sekali lagi jadi pusat perhatian.

Jadi kamu mau pacaran sama istri kamu saja?” tanya cewek dari Barcelona

“Ya maunya begitu…hmmm..begini ni…misalnya kamu belum pernah pacaran dan setelah nikah dan kamu bilang sama suamimu, honey… you are my first love and you will be the last…..” romatiskan? Jawabku.

Semuanya terdiam, mengangguk…..dan kudengar ada yang berkicau dalam bahasa inggris logat perancis, “aku tak sanggup lagi hitung berapa banyak pacarku sudah”….hehe.

Aku juga bingung, karena tidak tahu kenapa bisa beri tamsilan seperti itu!

London
19032012

One thought on “Kenapa harus pacaran?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s