Lelaki Tua dan Kebun Duren!

Sang surya tepat berada diatas kepala, suara rekaman qari membawakan lagu bayyati saat melafalkan ayat-ayat ilahi terdengar syahdu, waktu azan zuhur akan segera tiba. Sambil menikmati alunan irama-irama qiraatul sab’ah dengan qiraat hasyim, riwayat hafaz dan martabat mujawwaz dari corong pengeras suara, lelaki tua itu berusaha menyelesaikan pekerjaannya sesegera mungkin, agar bisa bergabung dengan jamaah di mushalla.

Seorang anak kecil berseragam sekolah dasar terduduk di atas sebuah pohon kelapan yang telah tumbang di belakang lelaki tua, mengamati pekerjaan orang tersebut menanam pohon durian di sudut kebun mereka, tanpa di perbolehkan untuk memegang tanah, bajunya nanti kotor, begitu pesan yang ia terima.

Tapi, rasa penasaran sang cucu yang masih duduk di kelas 3 SD membuatnya protes dan bertanya. “kek, untuk apa kakek tanam lagi pohon duren ini, kata guru pohon duren kan berbuahnya lama, dan kakek sudah tua, belum tentu kakek bisa makan buahnya“ sebut si cucu dengan polosnya!

Lelaki tua itu menoleh ke cucu semata wayangnya tersebut, kulit wajahnya yang sudah kendur mencoba tersenyum, ingin rasanya iya mengusap kepala si bocah tapi tangannya masih kotor.

“ada dua hal kenapa kakek masih semangat menanam pohon durian ini, pertama, karena kakek sudah terlanjur makan durian yang di tanam oleh ayah dan kakeknya kakek, dan yang kedua, kakek menanam ini untuk kamu wahai cucuku, kakek sadar, kakek mungkin tak akan sempat menikmati buah yang kakek tanam ini, tapi saat suatu hari kau memakannya, itulah kebahagaiaan bagi kakek, smoga nanti kau wahai cucuku tidak lupa menyebut namaNya saat memakan durian ini. dan smoga saja kau masih mengingat kakek saat itu!“ titah sang lelaki tua panjang lebar!

Sang cucu bingung untuk mengerti fatwa yang dikeluarkan si lelaki tua, tapi kali ini dia tidak protes.

Alunan irama sabaa kini berganti dengan panggilan azan, kedua lelaki beda generasi ini kini berjalan beriringan, meninggalkan kebun keluarga mereka dan menuju sebuah sungai didekatnya, membersihkan dan menyucikan diri di air yang mengalir suci di tepian surau. Dan suara iqamat memanggil mereka untuk segera merapat!

Berlin 030112

One thought on “Lelaki Tua dan Kebun Duren!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s