Kita dan Sepakbola

Gimana Mulainya ya? hmmm gini aja!

Sambil nonton bola euro 2008, selain permainan apik nan memukau yang dipertontonkan seniman lapangan hijau, ada hal lain yang membuat jantung deg-dekan, dukungan para suporter yang tak henti-hentinya memompa adrenalin para pemain…well..seru nian..

Dicermati lebih jauh, sepakbola tidak hanya sebuah permainan, tapi adalah usaha dan perjuangan, butuh kerja keras, kerjasama dan semangat yang menyala, serta kekompakan sebuah tim, walau tujuannya satu, membobol gawang lawan and menjadi pemenang..
Untuk menjadi pemain sepakbola, tidak cukup hanya dengan bakat alam, tapi juga butuh latihan, latihan dan latihan. sambil terus mengasah skill dan ketrampilan serta menambah jam terbang dan pengalaman..

Kembali ke permainan.. sebuah team tidak hanya cukup dengan pemain-pemain hebat, tapi juga butuh kekompakan, dalam sebuah kesebelasan terdiri dari penjaga gawang, pemain bertahan, pemain tengah dan penyerang.
Masing-masing pemain punya tugas sendiri, penjaga gawang bertugas dengan segala upaya agar gawanya tak kebobolan, sedang pemain bawah membantu penjaga gawang dari gempuran pemain lawan. Pemain tengah tak kalah vital perannya dalam sebuah permainan, tidak hanya membantu pertahanan, tapi juga mengendalikan permainan dan membantu menyerang. Terakhir adalah pemain depan yang bertugas membobol gawang lawan.

Kalau kita tak tahu bola, mungkin agak aneh, setelah bola capek dikejar, bahkan sampe jatuh bangun, namun bila sudah dapat, malah di oper ke orang lain (kawan), untuk selanjutnya juga di bagi-bagi sesama kawan..yang paling enak (mungkin) penyerang yang selalu mendapat sodoran untuk di jadikan GOAL and sering di anggap pahlawan….tapi, itu lah sepak bola, kadang juga butuh keikhlasan…

Sekali lagi, permainan bola butuh kerja keras, kerja sama dan kekompakan, dengan tugas dan kewajibannya masing-masing, untuk satu tujuan, menjadi pemenang dengan mengalahkan lawan….

Nah, bagaimana dengan kehidupan kita?

Sering kita mendengar orang mengeluh karena nasibnya kurang beruntung, hanya jadi tukang becak, buruh bangunan, tidak lulus ke perguruan tinggi, atau selalu jadi pegawai rendahan…sudah kerja banting tulang, selalu keringatan, tapi nihil penghargaan….
Sedangkan yang lain, punya rumah besar, naik mobil mewah, duduk di ruang ber-AC, hanya enak-enakan, karena tugas selalu jadi kerjaan bawahan (yg keringatan)..

Kembali ke sikap keikhlasan, pejabat tadi bisa jadi sedang menikmati hasil kerja kerasnya selama bertahun-tahun sebelumnya…menikmati apa yang telah di usahakan…menikmati keringat yang dulu pernah diberikan, untuk orang lain…dan kini dia menikmati keringat orang lain..

Teringat celoteh seorang teman, “kita hidup dengan kematian dan keringat orang lain, cuma beda masa”…ya seperti pejabat tadi..

Dan dalam profesi kehidupan pun, setiap orang sebenarnya sangat berguna dan berarti bagi orang lain, si pejabat tidak bisa duduk di ruangan ber AC tanpa tukang AC yang memasang di ruangannya, atau tanpa tukang bangunan yang membangun gedung tempat dia bekerja.

Begitu sebaliknya tukang bangunan, tak bisa menafkahi sanak keluarganya tanpa upah yang diberikan pengusaha tempat dia bekerja..

Selanjutnya, dalam bernegara, tiap profesi saling mendukungan untuk mewujudkan sebuah negara yang makmur, maju dan menjadi pemenang..guru mendidik anak bangsa untuk menjadi orang yang berguna, katakan insinyur yang nantinya akan merancang sebuah bangunan, tempat dimana tukang bangunan bekerja, dan pejabat membuat bisnis yang menguntungkan perusahaannya untuk menggaji karyawannya..

Masing-masing punya tugas dan tanggung jawab sendiri…tidak bisa saling melangkahi, sama seperti penjaga gawang yang suka jadi penyerang, jadinya gawangnya sebentar-bentar kebobolan, karena bukan orang yang tepat yang menjaganya, juga sama jika tukang kayu menggantikan tugas seorang dokter untuk operasi, bukannya pasien sembuh, tapi bisa jadi linggis atau paku tertinggal di perut pasien…

Hidup kita sudah di atur oleh-Nya, yang kita perlukan adalah doa, usaha dan kerjasama, saling mendukung serta bangga dengan tugas dan kewajiban kita, sama peperti pemain bola…

Moersalin
Maastricht, 19-06-08

(Tulisan lama yang direcycle ulang, syukur kagak ilang :D)

3 thoughts on “Kita dan Sepakbola

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s