Fondue; Kau Kuceraikan!

Pernah dengar fondue, atau pernah mencobanya?

Aku sendiri baru beberapa waktu lalu berkenalan dengan makanan swiss ini, ketika berkunjung ke negera 26 kanton. Geneve, begitu mereka menyebut nama kotanya, kota dimana hampir semua HQ badan PBB terletak, kota super mahal yang bahasanya tak pernah kupahami, kota kecil yang terletak di pinggir danau yang menyebut namanya saja aku malas.

Kunjunganku kesana jelas bukan untuk kunjungan wisata, apalagi wisata kuliner, sehingga makan fondue tak tertulis dalam rencana perjalananku. Aku kesana hanya untuk mendengar ceramah beberapa pembesar WHO yang katanya sering membuat keputusan “penting” yang ikut andil dalam menentukan status kesehatan dunia. sekali lagi, “katanya”!

Nah, bagaimana aku bisa berkenalan dengan fondue? begini ceritanya!😀

Setelah seharian terduduk manis di kursi empuk bangunan mewah di pinggir kota Geneve ini, kawan2 yang ikut dalam conference ini punya ide untuk makan malam bersama di sebuah restourant yang terletak di atas danau yang malas kusebutkan nama. sebagai peserta yang baik, aku angguk-angguk saja, toh sampai disana aku yakin, makanan yang kucari tak akan pernah kudapatkan.

Jam masih di angka 6, namun kota ini sudah cukup gelap. Hawa dingin menusuk tajam kedalam kulitku yang lumayan itam. syukur aku belum punya rematik, sehingga aku tak harus menderita dengan kedinginan ini. Dari hostel tempatku menginap, aku berjalan santai ke restorant yang sudah di tentukan. Tak seperti di kampungku, walau suasana sudah gelap, disini aku tak harus membawa senter, karena lelampu bergantung membagi penerangan di sepanjang jalan. dan beberapa menit kemudian, aku sudah di tempat yang kami tentukan.

Pengunjung yang hadir di restourant kecil ini cukup ramai, bahkan hampir penuh, “hari jum’at sore atau weekend emang selalu begini” kata seorang kawan yang sedang internship di WHO”, aku terus masuk dan menuju ke belakang, dan kawan2ku hampir semuanya disana, kulihat jam, belum telat, jadi aku tak akan di cap jam karet, karena capeknya buat termin dengan para bulek ini adalah harus selalu tepat waktu, padahal urusan makan kan galak galak kee…:D

Mereka menggeserkan pantat mereka, memberi sedikit ruang untuk diduduki pantatku. kuikuti saja kemauannya. Seorang cewek manis tinggi semampai dari polandia duduk tepat di depanku, disampingnya cewek imut asal jepang, disampingnya lagi dari Nigeria, sedang di sampingku ada cowok aseli jerman, dan satu lagi dari pakistan…belum sempat semuanya kuperhatikan, sebuah suara serak2 becek bertanya kepadaku,

“kamu makan juga kan?”
Belum sempat pita suaraku bergetar, sebuah suara lain menyambut
“tenang, kita bisa pesan yang non alcohol”, oh, cwek dari mesir rupanya, aku angguk saja.

kulihat di meja lain, kawan2ku sudah membentuk lingkaran, dengan sebuah panci berisi keju cair yang mereka sebut fondue terletak di tengahnya, dibawahnya masih ada jilatan lidah api kecil untuk membuat makanan ini tetap hangat. Di semua tangan mereka memegang roti tawar yang mereka celupkan secara bergantian kedalam panci berisi fondue tadi, aku semakin penasaran.

“Tenang aja, pesanan kita akan segera tiba, pas untuk 6 orang satu panci” kata kawan disebelahku. aku anggok2 saja.
Sambil menunggu, diskusi tentang presentasi di WHO tadi pagi masih berlanjut, ada yang kurang sependapat dengan pemateri, ada pula yang setuju, aku justru tak tau harus ngomong apa, so senyum2 aja.

Tak lama kemudian, sebuah panci beris fondue lengkap dengan pemanas terletak di tengah2 kami, roti yang di bawa pelayan juga berpindah ke tangan kami, aku juga ambil satu. Si kawan yang dari jerman langsung saja menyelupkan roti dengan garpu ke dalam panci tadi, diputar2 sedikit didalamnya, sehingga rata terbalut fondue, kemudian dikeluarkan dan ditiup sedikit, “masih panas”katanya, hanya beberapa tiupan, roti berbalut keju cair itu menghilang dalam mulutnya….”oooo meunan cara pajoh? ka sama ngen ta lhap boh amplam lah ya!” begitu pikirku.

Selanjutnya semua kawan yang duduk disampingku melakukan hal yang sama, setelah roti itu dikunyah dan ditelah, komentar yang mirip keluar dari mulut mereka “delicious”, sehr lecker” delicieux, lekker…”, bikin aku makin penasaran.

“ayo, tunggu apalagi, silakan coba” sebuah suara memaksaku untuk mencoba makanan ini untuk pertama kali dalam hidupku. kuambil roti, kutusuk pakai garpu, dan kucelupkan kedalam fondue, kuputar2 sebentar dan kukeluarkan, kutiup sebentar, dan “bismillahirrahmanirrahum…” fondue itu berpindah tempat kedalam mulutku, sensasi yang pertama kurasakan adalah…… ASIIINnnnnnnn. ….(kapalo)

walau asin, tetap saja kucoba kunyah, rasanya pingin muntah, tapi kutahan, setelah sedikt hancur, langsung saja kutelan….Alhamdulillah.

selanjutkan aku hanya makan sedikit roti tawar tanpa keinginan untuk mecelupkan kedalam fondue lagi, cukup air putih yang menjadi pelunan, fondue yang katanya makanan enak khas swiss itu sudah kutalak tiga, cukup dengan sebuah sendok perasa, pokoknya kutalak tiga. titik.

Mengetahui aku gk suka keju, ekpresi kawan2ku mulai berubah, ada yang merasa bersalah, ada yang santai2 saja, toh mereka melihatku juga masih bisa ketawa2, padahal dalam hatiku yang paling dalam, aku sangat kecewa (baru cerai kan? :D)

Ditengah kesibukan mereka menikmati fondue ini, aku mencoba melamun hal2 lain, yang bisa membuatku lupa akan si keju cair ini. Uang 22 swiss frank (sekitar Rp 220 000)yang sudah kutebus untuk satu porsi fondue sudah ku ikhlaskan, walau aku hanya makan sebuah sendok, toh kawan2ku cukup menikmatinya.

Fondue oh fondue, maaf jika di kencan pertama, kau harus kuceraikan….
(asin sih, coba seandainya kau manis kayak timphan asoe kaya, pasti kau kupoligami :D)

Berlin Oct 2011
Beberapa hari setelah pulang dari Geneve!

6 thoughts on “Fondue; Kau Kuceraikan!

  1. Pingback: Benarkah hobi memotret makanan itu gangguan jiwa? | Moersalins and his world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s