Teluk Bayur dan Syair Cintaku :D

Nun di tahun sembilan puluhan saat aku masih di bangku SD, adalah kewajiban harianku untuk memastikan halaman rumah panggung kami yang kecil agar selalu bersih, tidak boleh ada dedaunan, rumpun yang tumbuh juga harus di cabut, semua harus nampak kinclong, begitulah titah ayahku. Halamannya memang tidak terlalu besar, namun karena sebatang pohon belimbing dan dua batang jambu air tumbuh disana, yang daunnya tiap hari berguguran, mau tak mau setiap hari aku harus menyapu, pakai sapu puris yang juga aku rawut sendiri, jika tidak, uang jajan melayang.

Aku bisa menyapu di waktu pagi sebelum berangkat sekolah, bisa juga di waktu sore selesai bermain-sebelum berangkat ngaji, atau sambil memberi makan ayam peliharaan yang rutin harus kuberikan setiap jam lima sore.

Nah, sambil menyapu, baik pagi atau sore, tetanggaku yang biasa kupanggil kak ti, selalu memutar lagu „teluk bayur“ versi ratih purwasih, sehingga lagu itu sudah kuhapal di luar kepala, walau kalau boleh jujur aku banyak tak paham maksud kata-katanya, harap maklum, bahasa indonesku saat itu masih satu dua.

Selain rumah semen kak ti terletak hanya beberapa meter dari tangga dapur rumah panggung kami, kak ti juga sering membunyikan lagu tersebut pakai speaker dengan volume super besar, sehingga hampir semua penduduk ujong baroh kampung kami yang tidak ada di peta bisa mendengarnya, sekali harap maklum, saat itu hanya beberapa rumah yang punya tape, dan tetanggaku ini adalah salah satunya, dan dengan ini pula, kami bisa punya hiburan gratis, walau lagu yang di putar ya itu2 saja😀

gene ne liriknya yang sampe skrg masih terhapal:

selamat tinggal teluk bayur permai
daku pergi jauh ke negeri seberang
ku kan mencari ilmu di negeri orang
bekal hidup kelak di hari tua

selamat tinggal kasihku yang tercinta
doakan agar ku cepat kembali
kuharapkan suratmu setiap minggu
kan ku jadikan pembuluh rindu

lambaian tanganmu kurasakan pilu di dada
kasi sayangku bertambah padamu
air mata berlinang tak terasakan olehku
nantikanlah aku di teluk bayur!

Well, ketika usiaku beranjak, namun masih di bangku sekolah dasar, aku mulai bertanya-tanya maksud dari lagu ciptaan zainal arifin tersebut. Dan rasanya setiap kata menimbulkan tanda tanya bagiku; di bait pertama misalnya;
ketika si penyanyi berdendang “selamat tinggal teluk bayur permai”, maka aku bertanya, dimana sebenarnya letak teluk bayur? (Ku tanya sama guru sekolah en malah di suruh liat peta).
Haruskah pergi ke negeri seberang kalau mau menuntut ilmu? Kapal mana yang harus di naiki kalau mau keseberang? Kenapa keseberang di katakan bekal hidup hari tua? Tak pernah aku dapatkan jawabannya

Bait kedua
maksud kasih tercinta itu apa? (harap maklum, pertanyaan anak kelas 4 SD), trus kenapa minta doa sama kekasih? Bukannya kita harus berdoa kepada Allah? Begitu kata teungku di balee.
Kalau pergi keseberang, apa harus nulis surat tiap minggu? Bagaimana cara nulis surat?(pertanyaan ini membuatku rajin buat surat keterangan sakit waktu sekolah…hahahaha), pembuluh rindu maksudnya apa? (dulu yang aku dengar pembunuh rindu)

kenapa kalau tangan melambai harus pilu di dada?
Kenapa di dada yang pilu? Pilu itu bagaimana rasanya?
Dan hanya kalimat terakhir ini yang aku pahami
nantikanlah aku di teluk bayur (tapi teluk bayurnya dimana? Apa kalau mau cari ilmu harus melalui teluk bayur? Pulangnya juga harus melalui teluk bayur?)

hmmm…..
Itulah kenangan masa kecil, menjadi memory jangkan panjang dan sedikit tidaknya kurasa membentuk cita2ku.

dan semua maksud dari lagu ini baru bisa kupahami setelah aku duduk di bangku SMP, bahwa kita memang harus belajar jauh kenegeri orang, karena ilmu tidak hanya ada di kampoeng kita, dan karena ilmu Tuhan itu tidak akan di berikan kepada orang yang duduk tanpa mau berusaha, kita bukan eungkot loe, yang beuoe nya tiada dua, tapi memang harus hijrah untuk memenuhi keinginan jiwa, walau harus meninggalkan banyak orang yang kita cintai, tapi adalah modal kita di hari tua.

sedikit komen: jika sekarang lagu ini mau di rilis ulang, maka ada beberapa bait yang harus di ubah, misalnya „kuharapkan suratmu setiap minggu, harus di ganti dengan „kutunggu BBM atau sms mu setiap sejam sekali😀,

hmmm….oh ya, satu pertanyaan lagi, kira2 kalau aku pulang ada gk ya kekasih yang menungguku? (di bandara SIM, bukan di teluk bayur),….aku rasa ada….kekasihnya bapakku…hahahahaha…

eh malam
Berlin 211111. 11.29pm

ni lagu di youtube

One thought on “Teluk Bayur dan Syair Cintaku :D

  1. Makanya cepat punya partner/ kekasih dari nrgeri sendiri, biar tar kalo pulang kampoeng (yg gak ada di peta tuhh), ada yg nunggu dan ada yang jemput, kalo sorangan wae ……. yg jemput cuma emaak doang……. , ok? Semoga cepat dapat JODOH dan kuliahnya cepat selese …..be successful………….!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s