David Becham ternyata Mengalami “Gangguan Jiwa”

“It is nothing wrong with being crazy, but it is wrong for having no concern to the crazy“

Tanpa disadari, banyak sekali “orang gila“ hidup di sekitar kita, sebagian ada dijalanan, dirumah sakit jiwa, hingga ditelevisi dan menjadi idola kita. Kali ini saya coba menulis tentang seorang pesohor yang ternyata punya gejala gangguan jiwa!

Kenal David Becham? saya yakin, kalaupun anda tidak terlalu suka dengan bola, tapi pasti kenal dengan suami victoria ini. Pesepak bola asal inggris ini bak ikon olah raga dunia modern; ganteng, kaya, punya istri cantik serta punya skill mumpuni dalam mengolah bola. Namun siapa sangka, kalau sebenarnya Becham mengindap Obsessive Compulsive Disorder.

OCD, begitu gangguan ini sering di singkat merupakan gangguan kecemasan yang di tandai dengan pikiran yang mengganggu sehingga menimbulkan rasa gelisah, rasa takut atau kwatir yang berlebihan sehingga orang tersebut cenderung melakukan sesuatu secara berulang-ulang untuk mengurangi rasa kwatir tersebut.

Gambaran yang paling gampang mungkin jika anda pernah merasa sangat kwatir akan sesuatu, sehingga mengecek hal tersebut secara berulang-ulang, misalnya kwatir apa sudah menutup pintu atau belum, maka mungkin anda mengalami gangguan ini. Atau jika anda seorang muslim, jika anda mengulang takbir beberapa kali karena takut takbiratul ihkram anda belum sempurna, bisa jadi anda punya masalah ini. Jadi sangatlah wajar jika dalam sebuah kitab (sabilal kalo gk salah), saya pernah baca jika mengulang2 takbiratul ihkram itu makruh hukumnya. (Lha, kok udah ke shalat ya….maaf..hehe)

Beck to Becham!
Menurut sumber yang bisa di percaya, Becham merupakan orang yang perfeksionis, yang kerap menginginkan keseimbangan dan kesempurnaan, kepada The independent tahun 2006, Becham mengatakan “I’ve got this obsessive compulsive disorder where I have to have everything in a straight line or everything has to be in pairs. I’ll put my Pepsi cans in the fridge and if there’s one too many then I’ll put it in another cupboard somewhere.
“I’ll go into a hotel room and before I can relax, I have to move all the leaflets and all the books and put them in a drawer. Everything has to be perfect”. Saat ditanya apakah ia ingin menghilangkan gangguan tersebut, Becham menjawab: “I would like to. I’ve tried and can’t stop.”

Yang harus di garis bawahi adalah, terlepas dari masalah kejiwaan yang dia miliki, Becham dapat menunjukkan prestasi yang luar biasa, yang mungkin sampai saat ini belum ada tandingannya. Sehingga bukan tidak mungkin, orang2 gila yang sering kita lihat di jalanan, bila di bina dengan baik, mereka bisa menjalani hidup secara lebih layak, bahkan bisa berkarya, walau mungkin tak bisa menandingi Becham.

Satu hal lagi, jika besok anda ke pasar, ke kantor atau ke sekolah dan ada orang yang memanggil anda “orang gila“, saranku anda cukup senyum saja, toh David Becham juga gila😀.

Hmmm….cukup dulu ya, kapan2 saya tulis lagi, tentang seorang Jenius yang sebenarnya juga punya gangguan jiwa. Saya yakin anda kenal dengan abua yang satu ini.

Berlin 18.10.11

2 thoughts on “David Becham ternyata Mengalami “Gangguan Jiwa”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s