Ketika “Ureung” Aceh Saket!

Kapan orang Aceh sakit? susah-susah gampang untuk ditebak, karena memang sakit disini sangat subjektif dan tidak mengikuti kaedah atau defenisi yang digariskan WHO. Selidik punya selidik, menurutku, ada 2 kondisi dimana sebagian orang aceh menyebut diri mereka sedang “sakit”.

kondisi pertama adalah disaat mereka tidak mampu lagi bergerak alias tidak mampu lagi beraktivitas. buktinya…banyak dari mereka “cuek” ketika gejala sakit baru muncull….”alah…itu kan biasa…paling masuk angin…” sebut mereka saat saat itu…nah, pada saat2 seperti itu jarang mereka yang memeriksakan keadaan mereka, apalagi berobat..paling cuma beli obat di warung atau mencoba ramuan tradisional “ngapain periksa ini itu, habisin uang saja” mereka beralasan…

….nah giliran sakitnya tambah parah en tidak sanggup lagi bangun atau bekerja, itu baru menurut mereka benar2 sakit..jadi kalau sudah begini, mereka baru mulai gabuk, jual tanah, jual emas, jual ternak untuk biaya berobat…(ya iyalah, sakit nya udah parah, butuh biaya besar kan?….tapi itu dulu!!

sekarang kondisi memang sudah banyak berubah sejak adanya JKA, namun tanpa ada moral hazard control, rumah sakit selalu penuh oleh orang2 yang tidak smuanya harusnya di rawat.. (walah, malas nulis ttg ini)..

kondisi kedua orang aceh sakit adalah saat ADA PENGOBATAN GRATIS…hehe…bener deh, kalau kita bikin pengobatan gratis di kampung2 (pengalaman2 dulu), kita bakalan diserbu oleh seluruh orang kampung, semua mengaku sakit, padahal waktu di periksa, gk semua mereka punya masalah dengan fisiknya…(sakit mental kali yee..:D). karena menurut mereka “ada obat gratis, yaudah ambil aja, ntar waktu sakit kan gk harus berobat lagi…udah ada obatnya”…..nah..lho.

Pernah dulu waktu emergency pasca tsunami, banyak INGO yang memberikan pengobatan secara cuma2, datang keliling ke tiap barak atau kampung, sehari bisa 2 sampai 3 buah NGO melakukan hal ini di satu tempat/kampung…jadinya, orang2 akan kebanjiran obat, jam 9 ambil obat di NGO A, jam 12 ambil obat di NGO B, jam 3 Ambil obat di NGO Z, jadinya rumah mereka full of drugs…

Akibatnya bisa di tebak, ada orang yang cuma sakit flu tapi bisa mengkonsumsi 4 – 8 obat berbeda….hehe, hingga ada yang diberitakan meninggal karena intoksikasi obat…hek deh…

Pernah juga pengalaman waktu mahasiswa dulu, waktu baksos ke kampung2 di pelosok, waktu tau ada mahasiswa buat pengobata gratis, sekampung pada nunggu di meunasah dan tidak kerja, ada yang udah berangkat ke kebun tapi paksa pulang, hanya untuk dapat obat gratis dari banda.

Tapi disini kasusnya lain, karena akses mereka sangat terbatas ke pelayanan kesehatan…dan setelah di periksa, lebih dari 50% pun punya masalah dengan kesehatan….mungkin ini kondisi ke 3 ya?

wallahu a’lam..
270810

2 thoughts on “Ketika “Ureung” Aceh Saket!

  1. Sel2 di tubuh manusia… makin hari makin banyak yg aus, untuk itu sel2 yg aus itu harus diganti dengan Suplemen/ Nutrisi2 yg banyk di jual di luar, biar orang tetap sehat dan segar …… dan yg penting ni, semangat hidup jg harus tinggi, biar tetap awet muda ………. sorii ni bukan nasehat, cuma unek2 aja……….agar kita gak gampang sakit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s