Tulang Rusukku, Dimanakah Engkau?

Ssssseeeeeeeeeettttttttttttt……………. Butiran aerosol bercampur dengan aroma wangi menancap di tubuhku, Ssssssseeeeeetttttttttt….. ….kuulangin lagi…seperti yang kulihat si bintang iklan yang atletis memperagakan cara menyemprot deodorant perfume spray di tubuhnya, aku juga melakukan dengan cara yang sama…hingga berapa kali, di perut, punggung dan di dada sambil mengangkat sebelah tangan ke atas, hingga wangi semerbak melingkari kamar tidurku.

Aku menatap cermin, membengkokkan tangan kanan ku kedada sehingga otot bisep ku membesar, hmmm, kupandangi dadaku, dan kemudian perutku….aku berkesimpulan bahwa tubuhku cukup mirip dengan si bintang deodorant tadi, dada dia besar, dan perutnya six pack, dan saat kubandingkan dengan tubuhku, dadaku rata dan purutku one pack alias buncit…..gk jauh beda kok, dia di dadanya yang besar, aq di perutku…cuma beda lokasi.. pikirku😀

Krrrrriiiinggggggg, weker di buffet ranjang tidurku berdering kencang, kuraih si jam kecil itu dengan tangan kiriku dan segera kumatikan, sedang tangan kananku masih memegang botol deodorant tadi..

Hmmm….”harus pergi” pikirku!

Didepan cermin yang besar di sudut kamarku, aku menatap wajahku sekali lagi, kusisir rambutku yang kriting dengan jari kiriku, walau agak keberatan, acara pose pose mirip artis iklan deodorant harus kuhentikan…sesaat kemudian, mataku bergerilya di dalam kamarku yang rada pengap namun wangi karena perfum yang ku semprot tadi, mencari baju baju mana yang masih layak pakai, setidaknya sampai hari ini!

Kulihat satu persatu baju yang tergantung dengan hanger di bintis kamarku. Ada yang udah 3 kali pakai, ada yang udah seminggu dan ada yang lebih. Yang pasti aku ingat bahwa terakhir kali aku nyuci adalah 3 minggu yang lalu.😀

Sudah menjadi kebiasaan anak kos di tempat kami kalau baju yang udah di pakai 2-3 kali atau hari, kemudian di gantung untuk beberapaa hari lalu di pakai lagi. Baju kemeja baru di cuci jika kaligrafi di kerah sudah cukup hitam dan tak lagi terbaca, sedangkan baju kaus jika bau menyengatnya tak mampu lagi di kalahkan wangi parfum.😀

Baju kemeja krem bergaris hijau kuabil dan kucium , “masih layak pakai”, namun saat kulihat kerahnya, baju tersebut tak jadi pilihan, begitu juga dengan 2 baju selanjutnya yang tergantung di samping. Aku beralih ke sudut lain ruangan, hanya 2 baju tergantung disitu, sedangkan yang lain kulihat telah pasrah tertidas dalam ember di dekat kaki tempat tidur, menanti dengan pasrah giliran untuk dicuci.

Kulepaskan dari hanger dan kucium satu persatu baju tersebut, bingung aku harus pakai yang mana, sebab keduanya telah mengeluarkan aroma jeruk nipis alias bau asem😀

Tak lama berpikir, aku ambil yang warna hitam. Walau kemarin aku masih memakai baju itu, tapi itulah pilihan yang paling memungkinkan, jikapun sudah cukup lusuh, “warna hitam akan menyamarinya“, pikirku, sedangkan untuk baunya, kuharap deodorant yang ku semprot tadi bisa menjadi peredam untuk sementara!

Hmmm….

Proses pakai baju bukanlah sesuatu yang lama bagiku, karena tidak pernah pakai bedak ataupun kosmetik lainnya, paling lama 3 menit, aku telah lengkap dengan sepatu!, kuraih ransel yang sudah menjadi teman setiaku sejak pertama kali kuliah, walau warnanya juga sudah mulai pudar dan beberapa resletingnya sudah harus ku akali dengan peniti, kugantung saja di bahuku, dan aku bergerak.

Bismillah….

“Ho tgk* keumah that? (kemana tgk rapi sekali?)“ sebuah suara yang cukup familar tiba2 menegurku, padahal baru 10 langkah aku bergerah dari pintu kamarku….

“lon jak bak ureung nyan lon peugah nyan“ (saya mau pergi ke orang yang saya ceritakan itu), jawabku singkat.

“serius lo? ibu janda tsunami itu? Atau inong balee* yg di PP itu?“ Tanya si kawan dengan bergaya logat jakartanya bercampur logat aceh nya yang kental, heran.

“Ada deh….“ jawabku dengan gaya jakarte tp bunyi D acehnya yang tak kalah kental.

“Jeh…ka sok, entreuk watee na masalah peugah keuno sit, watee ka stres, piep rukok meu-utang peng bak tanyo sit“ (yah….udah sombong, ntar kalo ada masalah curhat nya ke saya juga, kalau stress, ntar beli uang untuk rokok juga minjam ke saya), protes si kawan panjang lebar.

Memang tidak ada hal yang bisa aku sembunyikan pada kawan2 yang tinggal di sekitarku, mereka tidak hanya kawan, tapi sudah seperti saudara, dan tau persis semua tingkah laku kami, satu sama lain. Mereka tau persis bagaimana prilaku ku saat aku stress, baik karena urusan kuliah, keuangan, atau lainnya.

Mereka tau benar kalau aku punya masalah, aku akan menarik dari dan tidak banyak berbicara, dan kalau udah stress berat, aku biasanya beli rokok 2 sampai 3 pak, untuk ku hisap sendiri di dalam kamar, tanpa keluar sama sekali, hanya mengurung diri dalam kamar selama 2 hingga 3 hari sampai semua rokok tersebut habis. dan setelah rokok habis, hari terakhir biasanya aku tidur, dan setelah aku bangun, biasanya stressku sudah hilang dan itulah saatnya untuk makan.

“so dilee? ci peugah“ (siapa dulu? coba cerita ke saya), desak nya sekali lagi.

“I will tell you later tgk“ jawabku dalam bahasa inggris sambil tersenyum dan terus berlalu.

Namun, baru 10 meter kumelangkah, aku tersadar sepertinya dompetku sedang kosong, kuraih dompet di kantong belakang celana jeansku, dan memang benar, cuma ada 2 lembar seribuan rupiah disana. Jelas jumlah ini tidak cukup untuk ke tempat tujuanku hari ini.

Hmmmm…apes deh, terpaksa aku balik dan menuju kawan yang mengajakku bicara tadi, karena memang dialah tempat berutang yang paling aman, nyaman, tanpa bunga, tanpa surat perjanjian, tanpa perlu jaminan dan uangnya selalu ada. Karena si kawan adalah seorang agen Koran serambi. Jadi, kalaupun nantinya sudah tidak sanggup lagi bayar, tinggal jadi loper korannya saja. si kawan juga tempat kami meminta job untuk menjadi loper Koran saat keadaan keuangan kami menipis.

“Assalamu alaikum” sahutku sambil mengetok kamarnya!

“Wa’alaikum salam, jeh, dah balik lagi kok, ini pasti udah perlu dengan saya, perlu mintam kan?“ jawabnya sambil membuka pintu dan langsung menebak apa keinginanku, dan dia memang benar.

“Hmmm….“

“gak ada pinjam-pinjam, cerita dulu mau kemana en mau jumpa ma siapa“ lanjutnya setengah memaksa sebelum sempat aku menjawab pertanyaannya.

“ya tgk…” jawabku sambil masuk dan duduk di ranjang tidurnya, dia juga menarik kursi dan duduk mendekat denganku.

“coba dulu cerita, mau jumpa siapa?“ maksanya lagi sambil menatap ke arahku,

Aku hanya menunduk, bingung harus menjawab apa, bingung apakah aku harus cerita dengan dia atau tidak. Saat seperti ini, aku dihadapkan kepada dua pilihan, menceritakan ke dia dan aku mendapatkan uang pinjaman, dan tidak menceritakan ke dia dan tidak mendapatkan uang pinjaman, namun ujung2nya kalau aku punya masalah aku juga akan menceritakan ke dia.

Hmmm………aku menarik nafas panjang dan memutuskan untuk bercerita!

“Bukan janda tsunami dan bukan inong balee tgk, tp ada cewek, dan ini baru kenal di chatting“ jawabku sambil menunduk.

“berapa hari udah kenal?“ tanya dia lagi,

“masih belum seminggu tgk“ jawabku kaku.

“Lha…itu lagi, mudah kali percaya sama perempuan, baru di bilang “yanggg-kangennn“ sikit udah loncat-loncat, jangan lah kau ikuti lagi apa yg udah pernah aku alami“. protesnya panjang lebar.

Memang, si kawan ini punya liku-liku asmara yang panjang, pernah punya calon yang mau dinikahin, tapi tiba-tiba duluan ditinggal kawin, karena yang lamar si cewek adalah cowok yang lebih beruang dan kerja jadi TKI di malaysia.

Pernah juga dia dikenalin oleh kawan nya di kampus dengan adiknya yang cewek, eh…pas mau kenalan justru di teror sama pacar si cewek yang notabene nya adalah seorang brimob.

Pernah juga ia suka sama seorang cewek, hingga seluruh kamar dan komputernya dipenuhi gambar si cewek, eh disaat dia nembak , dia cuma dapat jawaban “aku sudah tau kamu suka sama aku dari dulu, aku tau kalau kamu suka fotoin aku diam diam dan aku juga tahu kalau seluruh kamar kamu di penuhi gambar aku, tapi aku minta maaf, aku gk mau pacaran”. Awalnya si kawan menerima penolakan ini, namun 2 minggu kemudian, dia melihat si cewek sudah dengan cowok laen. Hmmm…..sakitnya.

Pada kesempatan lain, ia pernah juga kenalan dengan cwek lewat friendster dan sudah maen telpon telponan. Si cewek mengaku tidak mau pacaran dan belum pernah pacaran, bahkan dia bilang kalau emang mau langsung aja nikah, “baru seteah nikah kita pacaran”, begitu kata si cewek. si kawan cukup senang mendengar hal ini dan bermaksud untuk bertemu dan membicarakan hubungan mereka. Namun disaat di ajak kupi darat, tiba2 si cewek menghilang dari peredaran dan tidak bisa di hubungi lagi.

Dan yang paling menyakitkan dia adalah saat ia telah bertunangan dengan seorang cewek dan sudah membicarakan tentang rencana pernikahan, tiba2 si cewek memutuskan untuk mengembalikan cincin tunangannya dengan alasan yang tidak pernah aku tahu. Walau si kawan tau persis apa alasan penolakan dirinya, namun untuk yang ini, ia tidak pernah mau bercerita.

Kami memang tau persis bagaimana perjuangan dia untuk menemukan tulang rusuk nya yang hilang. Sering kami berkelakar meminta beliau untuk foto ronsent untuk melihat apakah tulang rusuknya masih lengkap, kurang atau memang tidak ada. Karena memang di usianya yang hampir berkepala empat, beliau masih sangat menikmati hidup dengan kami yang baru melewati kepala dua.

Di dapur rumah kos dimana kami sering berkumpul, banyak kawan yang iseng menuliskan “belong to: the man who lost the Iga“ plesetan dari judul lagi nirvana “the man who sold the world“ di barang2 kepunyaan dia, ada juga yang menulis di rak piring “eat and fight to find the lost iga”. Iga adalah istilah kedokteran untuk tulang rusuk, sedangkan lost iga atu tulang rusuk yang hilang kami artikan sebagai sebutan buat mereka yang belum punya pasangan hidup.

Selanjutnya aku bercerita sekilas tentang perkenalan kami dan kenapa aku bermaksud untuk bertemu dengan cewek yang sudah kenalan denganku tersebut.

Sudah kamu telepon tuh cewek? Tanya nya tiba2.

Justru itu tgk, sudah 2 hari saya coba telpon, tp gk pernah di angkat, kalaupun di angkat paling di ketawain rame2, kalo malam sering di diamin, Bahkan kalo lagi iseng, dia jawab “nomor yang anda tuju sedang habis pulsanya, silakan isi pulsa dan telefon kembali”, gitu tgk, jawabku memberi penjelasan.

Hahahahahahahahaha…dia ketawa terbahak2 sambil berdiri dan memegang perutnya. lama dia tertawa sedang aku bingung dengan statusku saat itu…

“walah hai tgk, jelas-jelas kamu di kerjain, masih juga mau cari dimana orangnya…hek deh..” kata dia sambil terus tertawa, namun kini volumenya sudah mengecil, namun tetap saja membuatku malu.

Aku terdiam dan membisu tanpa pernah sadar bahwa selama ini aku sudah di kerjain, padahal, aku sudah cukup serius dengan orang yang baru aku kenal ini. Aku punya plan untuk menikah cepat-cepat, karena aku gk mau disebut “the man who lost the Iga” . Lagian masa study ku sudah hampir selesai dan bulan depan rencananya aku wisuda, jadi sebagai pelengkap, alangkah bagus nya disaat aku menjadi sarjana, aku punya seorang gandengan seperti kebanyakan kawan2ku. Begitulan hasratku, namun semuanya diluar rencana.

sekali lagi aku tersadar, kalau aku masih sangat awam dalam hal percintaan ini, sehingga begitu mudahnya aku di kadali.

Aku benar-benar bingung, sudah tidak tahu harus berbuat apa, merasa serba salah dan sangat malu, karena ini adalah pengalaman pertamaku untuk berkenalan dengan seorang cewek, tapi malah dikerjain. Aku masih menunduk di tempat yang sama…sunyi…

“Masih jadi minjam?“ tanyanya lagi…memecah kebuntuan.

Dengan menunduk, Aku menggelengkan kepalaku pelan, sedang si kawan sedang memakai baju koko dan sarung, dan sayup2 suara orang mengaji di toa surau dekat rumah kos kami, pertanda sesaat lagi waktu asar akan tiba.

“Udah pulang sana…ganti baju buat salat asar”, katanya,

“Baju ni juga udah bisa cuci, atau beli aja yang baru, beli yang bermerek dikit , jangan selalu pakai yang udah lusuh begini, nanti gak ada cewek yang mau sama kamu!…sambungnya lagi sambil tertawa kecil. Aku hanya diam tak membantah.

Aku berdiri beranjak dari tempatku duduk, menuju ke pintu kamarnya sambil permisi dan kembali ke kamar ku. Didalam kamarku, kubuka sepatu, kulepas dan letakkan ransel di atas ranjang tidurku dan menuju ke sudut ruang kamarku. Sambil melihat di cermin, aku membuka kaos hitam yang kupakai. Namun, kali ini pikiranku lain, aku tak lagi berfikir pada atletisme si bintang iklan farfum, tapi ke kata2 terakhir si kawan tadi, “apakah benar cewek tidak mau sama aku hanya karena aku sering pakai baju lusuh dan tak bermerek ini? “apakah mereka cuma melihat dari baju saja? Dari penampilan saja? Atau dari uang-kekayaan? atau kecerdasan?” Atau …………….

Hmmm…..pikir amat, sekarang mau salat dulu….ntar kapan- aku sambung lagi……….

KoetaRadja
241010

Nöte!
*) Tgk atau Teungku adalah panggilan umum sesama santri atau pemuda di Aceh!
*) Inong Balee : Istilah dalam bahasa aceh untuk janda yang suaminya meninggal dalam perang, istilah ini banyak juga di pakai bagi janda yang suaminya dibunuh saat konflik bersenjata tahun 1980-an hingga 2005.

4 thoughts on “Tulang Rusukku, Dimanakah Engkau?

  1. hahhahah… mgk dia ngga tau mo lihat n nilai dari sudut pandang mana… yg dah kliatan ja bisa bikin puyeng… pa lagi yg belom keliatan… wkwkwk…. sorry bro… CAIYYYO>>>>>>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s