Hafalan Shalat Delisa – The Movie

Akhirnya ada juga yang upload…
selamat menikmati :D

Ada sedikit missing di film ni, dan ini hanya komentar pribadi :D
Pertama lokasi shootingnya bukan di Lhoknga, tapi di Jabar,
kedua biasa orang Aceh kalau menerima pemberian orang bukan mengucapkan “terima kasih” tetapi “alhamdulillah” (dan kami sangat maklum karena penulisnya bukan orang aceh :D),
ketiga, pantai lhoknga jauh lebih indah dan bagus di bandingkan dengan yang di film ni :D
keempat, umumnya perawat di aceh pakai jilbab, tidak seperti di film.
kelima, gempa jauh lebih keras dan lebih lama dibandingkan dengan apa yang di filemkan.
keenam, karena settingnya di pantai, seharusnya juga di gambarkan kalau air laut sempat surut beberapa puluh meter sehingga banyak orang yang mengambil ikan :D
ketujuh, animasinya masih kurang bagus :D
delapan, …banyak lagi si…tp udahlah…regardsless beberaa kekurangan yang saya tulis, saya angkat sepuluh jari untuk penulis novel dan produser film ini, toh pesan yang di sampaikan lebih penting dari film itu sendiri.

selamat menonton :D

Sedangkan yang ini adalah komentar saya saat baru ketemu trailernya:D

Nyampe di rumah tadi sore, saya langsung hidupin leptop untuk nge cek email dan sebagainya. Tidak ketinggalan, logo FB yang ada di bookmark browser juga saya tekan, otomatis laman fesbok terbuka en saya liat ada beberata notification disana. Malas saya cek satu persatu, hanya yang dari kawan dekat saja yg saya buka, dan ada seorang kawan memposting sebuah trailer film di youtube berjudul “hafalan shalat delisa”, kedengaran cukup aneh, tapi saya klik dan laman youtube terbuka.

Setelah melihat tak ada email penting yang harus segera dibalas, saya kembali focus ke trailer filem ini, dengan khusuk saya tonton dan trailer berdurasi 2.27 menit ini benar2 membawa saya ke alam perasa. Kisahnya tentang anak2 yang sedang bermain dan tiba2 di hantam tsunami. Sebuah kejadian yang saya alami sendiri walau memang saya bukan lagi anak2 saat itu. Tapi membawa ingatan ke keponakan2 saya yang ikut meninggal saat musibah itu terjadi. Tak terasa beberapa tetes air mata menetes di atas tuts laptop…….

Selesai menonton trailer, rasa penasaran saya makin menjadi. Segera saya berselancar mencari info lebih tentang film ini, dan akhirnya beberapa fakta saya temui. Bahwa film ini di angkat dari sebuah novel dengan judul sama karangan Tere Liye yang rupanya best seller, baru tau saya.

Walau mengangkat kisah kehidupan sebuah keluarga sederhana di Lhoknga, tak ada satu bagian dari filem ini yang mengambil tempat shooting di Banda Aceh, sebaliknya di pindahkan ke sebuah pantai di Jawa Barat. Walau begitu, kehadiran penyanyi aceh, rafly menjadi bagian yang cukup membuat kami warga naggroe bangga. Walau di akhir chat kawan berujar „harapannya ya aneuk nanggroe yang tulis atau yg buat filem, tapi sampai kini kita masih hanya kebagian tsunami saja“.
Well, terserah siapa penulis, dimana difilemkan, apapun ceritanya dan siapapun pelakonnya, menurut trailer yang sudah saya tonton, film ini termasuk yang wajib ditonton.

Berikut trailernya!

Saleum
Moersalin

About these ads

4 thoughts on “Hafalan Shalat Delisa – The Movie

  1. Saya pernah baca novelnya sih kurang suka. Si pengarang kurang bisa membawa saya masuk ke suasana Aceh. Bahasa percakapan2nya kurang Aceh. Tapi overall novel yg bagus. Semoga filmnya juga bagus. Dan novel2 lain dari Tere-Liye, pengarang hafalan Shalat Delisa, pun banyak yg bagus.

  2. Setidaknya ada orang walaupun bukan org Aceh yang membuat novel dan film tentang Aceh. Maka dari itu, ditunggu kreatifitas anak Aceh untuk membuat karya yang lebih baik. Kon nyo menan? :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s